Pemkab Mimika Gandeng Bank Indonesia Ekspor Hasil Laut ke Luar Negeri

Bagikan Bagikan
Wagub Provinsi Papua, Klemen Tinal, didampingi Wabup Mimika, Johannes Rettob dan Kepala Perwakilan BI Papua, Naek Tigor Sinaga saat hadir pada kegiatan mengekspor hasil laut Mimika ke Malaysia (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten Mimika menggandeng Bank Indonesia mengekspor hasil laut berupa Karaka atau kepiting sebanyak 750 Kilogram ke Negara tetangga (Malaysia), Senin  (29/3/2021).

Ekspor komoditas perikanan Provinsi Papua dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional tahun 2021 di Kabupaten Mimika ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal yang bertempat di Hanggar Bandara Mozes Kilangin Timika.

Dalam sambutannya, Klemen mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua mendukung penuh ekspor hasil laut tersebut, sebagai upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat asli Papua khususnya masyarakat yang bekerja sebagai nelayan dan juga pencari karaka.

"Hasil laut yang dulunya hanya menjadi kebutuhan keluarga, sekarang sudah bisa dirasakan oleh negara lain, tentunya ini menguntungkan bagi masyarakat. Kita harapkan ada nilai strata bagi mama-mama Papua yang menangkap karaka. Ini juga perlu kerjasama yang baik dan dukungan dari semua pihak," kata Klemen.

Klemen berharap, dengan adanya ekspor hasil laut ke luar negeri, dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat kecil, dengan lebih meningkatkan harga beli.

"Jangan kita sudah bisa ekspor, tapi harga beli dari masyarakat nelayan tetap sama, itu artinya sama saja dan tidak ada yang berubah," tuturnya.

Mantan Bupati Mimika itu menilai, masih banyak potensi yang banyak dapat dikembangkan di Mimika  dari sisi kelautan, namun Dia berharap Pemkab Mimika juga terus memberikan dukungan kepada masyarakat dengan mengadakan pelatihan, sehingga masyarakat lebih mandiri dengan mengelola hasil tersebut atau bisa menjadi pengusaha dan bersaing dengan dunia luar.

Manfaat teknologi yang ada untuk membuka pasar dan melatih masyarakat untuk bisa meihat peluang- peluang ini,  sehingga mama-mama Papua bisa memanfaatkan teknologi sebagai pasar untuk menjual potensi-potensi yang ada  termasuk kerajinan tangan (Noken).

"Jadi jangan keluarkan teori yang tinggi, karena percuma masyarakat tidak butuh ko punya teori, (yang terpenting) mengangkat harkat dan martabat orang Papua melalui hal sederhana yang mereka miliki," ungkapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengungkapkan, ekspor perikanan di Kabupaten Mimika yang dilaksanakan hari ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan antara Pemkab Mimika dengan Bank Indonesia perwakilan Papua pada beberapa waktu lalu.

"Kita punya komitmen yang sama untuk memulihkan perekonomian pasca pandemi covid-19, dan menekan inflasi harga yang ada di Papua dan Mimika Khususnya," ungkap Wabup John.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Mimika itu menjelaskan, ekspor hasil perikanan di Kabupaten Mimika sudah  dilaksanakan sejak tahun 2016 lalu, namun karena adanya aturan-aturan terbaru yang belum bisa untuk dilaksanakan, sehingga aktivitas itu berhenti. Akan tetapi aktivitas ekspor mulai dilakukan kembali  sejak tahun 2019 lalu, yang berhasil diekspor ke Negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Aktivitas ekspor hasil perikanan tersebut, Wabup John sebut untuk mendapatkan banyak dukungan dari semua pihak, baik itu Bea Cukai selaku administrator, serta pihak Maskapai Penerbangan dalam hal ini PT Garuda Indonesia.

Dalam kesempatan itu Dia juga melaporkan bahwa ada beberapa pengusaha ekspor yang punya pasar di beberapa negara dan siap melakukan ekspor hasil laut dari Timika keluar negeri.

 "Target kita adalah nelayan tradisional bisa menjadi pelaku usaha dan menjadi pelaku ekspor," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Naek Tigor Sinaga mengatakan, dalam aktivitas ekspor, ada 3 tantangan yang dihadapi.

"Bagaimana mempermudah administrasi ekspor dari wilayah Timur Papua menuju negara Tujuan, bagaimana meningkatkan kualitas ekspor dan ini perlu dorongan dari pemerintah dalam hal ini dinas terkait serta bagaimana menjamin keberlangsungan ekspor. Ekspor ini kalau sudah cocok harganya kuantitas biasanya diminta lebih tinggi dan apakah kita sanggup untuk mengisi  hal tersebut," kata Sinaga.

Dalam sambutan singkatnya itu, Sinaga mengungkapkan Papua memiliki  peluang dan potensi yang luar biasa yang harus dikembangkan dan didorong.

"Kita dari BI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap membantu pengusaha ekspor dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19," tutupnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar