Penderita Stunting di Wania Sampai 200 Lebih Balita

Bagikan Bagikan

Richard Nelson Wakum. (Foto-SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA)
- Penderita stunting atau gizi buruk di Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua mencapai 200 lebih Balita. 

Hal ini diuangkapkan, Richard Nelson Wakum, Kepala Distrik Wania saat ditemui Salam Papua di Aula Kelurahan Wonosari Jaya belum lama ini. 

Menurutnya, Balita penderita stunting terbanyak ada di Kampung Mawokau Jaya, kemudian  Kampung Wonosari Jaya dan Kampung Nawaripi. 

Hanya saja dia tidak bisa memastikan jumlah kasus stunting pada setiap Kampug. 

“Yang tebanyak itu di Kampung Mawokau Jaya, ada juga di Kampung Wonosari Jaya dan Kampung Nawaripi. Ini data trakhir yang kami dapat pada akhir tahun 2020 setelah koordinasi dengan pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Mimika dan pihak Puskesmas Wania,” ungkap Richard. 

Untuk itu, lanjut dia penanganan stunting menjadi program priorotas dari Distrik Wania melalui Dana Desa. 

 “Dalam Musrenbang kemarin juga penanganan stunting ini menjadi usulan program prioritas. Tahun ini kami akan terus berupaya bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk penanganan gizi buruk ini,” tuturnya.

Edison Rafra. (Foto-SAPA/Yosefina)

Sementara itu,  Edison Rafra, Kepala Kampung Mawokau Jaya membenarkan bahwa di kampung tersebut memang tertinggi kasus stunting. 

“Untuk Kampung Mawokau Jaya saja sudah dua ratus lebih Balita yang menderita stunting,” kata Edison saat ditemui di tempat yang sama.

Sehingga tahun ini penggunaan Dana Desa akan diprioritaskan untuk penanganan stunting, hanya saja sampai saat ini ia belum mengetahui besaran Dan Desa tahun 2021 untuk kampung yang dipimpinnya itu. 

“Kalau besaran Dana Desa untuk tahun ini kami belum tahu tapi penanganan stunting menjadi program prioritas kami,” tuturnya. 

Dikatakan, selain penanganan stunting program prioritas lainnya yakni pembangunan parit dan jalan-jalan penghubung antar RT. 

“Pembangunan parit kita sudah mulai lakukan dari tahun 2020 tapi belum tuntas jadi rencananya kita lanjutkan lagi tahun ini.  Kalau tidak saat hujan lebat Kampung Mawokau Jaya kebanjiran,” terang dia. 

Edison menambahkan, pada tahun 2020 kemarin pihaknya mengelola Dana Desa sebesar Rp 800 juta lebih. Dana tersebut kata dia awalnya akan digunakan untuk pembangunan yang sudah ada dalam perencanaan Musrenbang 2019, akan tetapi pad awal tahunb 2020 Mimika harus menangani penularan COVID-19 sehingga  penggunana Dana Desa lebih banyak digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. 

“Jadi Dana Desa 2020 kemarin kita gunakan untuk BLT kepada masyarakat, bantuan sosial, pembagian masker, hand sanitzer dan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga,” katanya.  (Yosefina)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar