Pernah Jadi Korban Miras Oplosan, Sely Ajak Pelajar dan Mahasiswa Mimika Jauhi Minuman Beralkohol

Bagikan Bagikan

Selyanus Natkime (Foto-SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA)
– Tokoh pemuda Amungme, Selyanus Natkime menyampaikan turut prihatin atas meninggalnya tiga mahasiswa asal Timika akibat minuman beralkohol oplosan di Salatiga, Provinsi Jawa Tengah beberapa waktu lalu. 

Karena itu, pria yang akrab disapa Sely ini mengajak seluruh pelajar dan mahasiswa suku Amungme, Kamoro atau umumnya dari  Mimika agar  menjadikan kematian tiga mahasiswa tersebut sebagai pelajaran berharga agar lebih mawas diri terhadap segala sesuatu yang tidak baik termasuk mengonsumsi minuman beralkohol oplosan. 

"Beberapa hari lalu saya dengar kabar adanya saudara kita yang meninggal dunia di Salatiga akibat minuman oplosan. Saya sangat prihatin dan berdukacita yang sedalam-dalamnya,” kata Sely di ruang kerjanya di Kantor Environmental Mile-32 Kuala Kencana, Selasa (16/3/2021).

Sebagai kakak atau senior yang pernah menempuh pendidikan di perantauan, ia mengingatkan  semua adik-adik agar jangan sampai apa yang menimpa saudara kita di Salatiga bisa terulang dan dialami oleh yang lainnya. 

Perlu diketahui, daerah Papua khususnya Mimika sangat kekurangan SDM, sehingga para pelajar dan mahasiswa adalah calon penerus yang bisa berperan membangun Mimika. Karena itu, saat PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Pemkab Mimika berikan kesempatan, maka harus fokus jalani perkuliahan hingga mendapat ijazah. 

“Pokoknya fokus kuliah saja, karena kalau begitu selesai kuliah maka kembali untuk membangun kita punya daerah ini. Daerah kita ini kekurangan manusia dan butuh SDM yang berpendidikan,” katanya. 

Iapun mengaku pernah menjadi korban minuman oplosan sekitar tahun 2016 di Jogja. Akibat, keracunan minuman oplosan sebanyak 21 mahasiswa meninggal dunia, baik di kos kosan ataupun di RS. Ketika itu, ia mengalami kebutaan, sehingga kejadian itupun dijadikan sebagai pengalaman dan pelajaran berharga. 

“kita punya orang ini, habis karena alkohol saja. Alkohol ini sangat  membunuh masa depan kita sendiri termasuk mengakibatkan meninggal dunia. Saya sendiri sudah alami kebutaan akibat minuman oplosan, tetapi saya bersyukur Tuhan masih beri kesempatan untuk saya dan sayapun diselamatkan,” katanya. 

Pengalaman itu perlu diketahui  adik-adik Amungme dan Kamoro bahwa mengonsumsi minuman beralkohol hanya bisa menyusahkan diri sendiri dan orang tua serta keluarga semuanya. 

“Percuma kita jauh-jauh sekolah dengan tujuan bisa kembali untuk membangun daerah kita, tetapi yang kita cari adalah minuman beralkohol. Makanya saya minta agar generasi muda Amungme dan Kamoro jauhi minuman beralkohol. Kenapa bukan kita yang harus membangun daerah kita? Mari pulang dengan keadaan selamat dan membawah ijazah. Cukup sudah  ada saudara kita yang pulang tinggal jenazahnya. Kita harus jadikan itu pelajaran,” ujarnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar