Plafon Bocor Parah, Alat Kantor Setwan DPRD Mimika Terpaksa Ditutup Koran

Bagikan Bagikan
Kondisi ruang kerja staf persidangan dan bagian teras lantai II di depan ruang paripurna DPRD Mimika (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Lantaran gagal merenovasi bagian atap gedung, akibatnya air hujan tertampung dan masuk ke sela-sela hingga ke hampir seluruh ruang kerja di gedung DPRD Mimika.

Pantauan Salam Papua,  semua peralatan kantor di ruang staf bagian persidangan terpaksa ditutup koran, karena air hujan menetes melalui plafon yang bocor dan hampir rubuh.

Hal ini dikarenakan hujan yang mengguyur Timika mulai malam hari tanggal 28 Februari hingga pagi hari tanggal 1 Maret yang tidak lagi mampu dibendung penampungan bagian atap gedung perwakilan rakyat tersebut, sehingga airpun masuk ke celah-celah dinding, plafon hingga merembes ke hampir setiap ruangan.

Selain di bagian dalam  ruang kerja, bagian teras di depan ruang paripurna lantai II, air hujan masuk melalui sela-sela tembok dan tiang penyangga sehingga menggenangi teras dengan debit air setinggi mata kaki orang dewasa.

“Ini sebetulnya boleh dibilang karena gagal renovasi atapnya, akhirnya saat ini saluran airnya tersumbat dan air merembes seperti ini. Ruang persidangan itu parah,” ungkap Sekwan, Ananias Faot di gedung DPRD Mimika, Senin (1/3/2021).

Kondisi ini masih menjadi tanggungjawab dari kontraktor pekerja atap, tapi meski demikian harus dilihat kembali pada kontrak sebelumnya, untuk mengetahui apakah dalam kontrak sebelumnya termasuk pekerjaan atap atau tidak. Namun, semestinya menjadi satu kesatuan atau kontraknya terpisah antara atap dan saluran pembuangannya.

“Di atas itu ada tiga saluran dan hari ini sudah dilihat dan ternyata salurannya tersumbat. Hujan selama ini juga air tergenang saja di atas. Lama kelamaan nanti akan ambruk,” ujarnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar