Polda dan Pangdam Diminta Usut Penembakan di Poumako, Lemasko Siap Surati Komnas HAM

Bagikan Bagikan

Ketua Lemasko, Gregorius Okoare (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) meminta agar Kapolri, Panglima TNI maupun Kapolda dan Pangdam agar turun dan mengusut tuntas insiden penembakan salah satu warga yang terjadi di Poumako tanggal 7 Maret 2021.

Ketua Lemasko, Gregorius Okoare mengatakan, setelah insiden tersebut, yang terjadi saat ini terkesan tidak ada yang mengaku pelaku penembakannya.

“Terus itu peluru siapa yang punya dan siapa yang tembak? Kami dari lembaga pertanyakan itu kepada yang namanya aparat penegak hukum. Kenapa cuci tangan? Makanya saya minta Kapolri, Panglima TNI, Polda dan Pangdam segera bertanggungjawab atas insiden penembakan warga yang ada di Poumako,” ungkap Gery usai konferensi pers di salah satu Resto di SP3. 

Hal ini diminta lantaran menurut Gery insiden penembakan terhadap warga sudah berkali-kali terjadi. Tentunya dengan kejadian seperti ini menimbulkan pertanyaan, apakah diterapkan disiplin atau tidak pada aparat?

“Masa tidak tahu siapa yang menembak? Makanya saya minta segera datang tuntaskan masalah yang terjadi di atas wilayah saya di Poumako. Itu wilayah lembaga adat dari timur sampai barat,” tuturnya.

Persoalan ini harus diusut. Kenapa tiba-tiba ada aparat turun dan bawa senjata. Dengan begini, apakah mengayomi atau membunuh?

Mengingat hal itu, suka atau tidak suka, Polda atau Pangdam turun selesaikan dan pelaku dalam insiden harus ditangkap dan dimasukkan ke penjara guna proses hukum selanjutnya.

Dijelaskan bahwa tuntutan masyarakat itu sebetulnya belum dibicarakan dengan  Lemasko ataupun Lemasa, sehingga harus didiskusikan bersama antara pemerintah, TNI dan Polri.

“Saya sangat mengutuk pelaku penembakan itu. Semoga leluhur ambil nyawanya. Satu Minggu dari sekarang pelaku harus ditangkap, sebelum akses di Poumako ditutup,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lemasko siapkan kuasa hukum agar menuntut pelaku hingga ke pengadilan.

“Kami tidak main-main,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Lemasko, Benediktus Iripiaru mengaku bahwa secara resmi akan menyurati Komnas HAM untuk ikut terlibat menyelesaikan persoalan ini. Sebab saat ini, atas penembakan itu terkesan saling tuding menuding.

“Kami akan menyurati secara resmi ke Komnas HAM,” ungkapnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar