Polisi Amankan Tujuh Tersangka Pencuri Motor dan Dua Orang Penadah di Mimika

Bagikan Bagikan
Kapolres Mimika, AKPB I Gusti G Era Adinata didampingi jajarannya saat menyampaikan rilis di Polres mile 32  (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Selama bulan Maret 2021, Polres Mimika berhasil menangkap sebanyak tujuh orang tersangka pencurian motor (Curanmor) dengan inisial PTZ, ZP, KS, AH, MM, DFH dan PA.

Dari tujuh tersangka ini, polisi berhasil amankan barang bukti enam unit sepeda motor dengan berbagai merek. Curanmor dilakukan di enam TKP yakni di jalan Yos Sudarso, Mile 32, Kelapa Dua Budi Utomo, Perintis, Jalan SP1 dan jalan cendrawasih jalur tiga.

Para pelaku melancarkan aksinya pada malam hari saat jam kecil dengan cara mengambil sepeda motor yang terparkir di halaman rumah masing-masing korban. Para pelaku nekat mematahkan kunci stang stir sepeda motor dan kemudian membawa kabur motornya.

“Di antara mereka ada yang memang merupakan residivis Curanmor,” ungkap Kapolres Mimika, AKBP I Gusti G Era Adinata saat menyampaikan rilis kinerja operasional Polres Mimika selama bulan Maret 2021 di halaman Mako polres mile 32, Senin (29/3/2021).

Disampaikan juga bahwa selain tujuh tersangka Curanmor, polisi juga mengamankan dua orang penadah motor curian yaitu R dan JM. Dari tangan penadah diamankan barang bukti yaitu dua unit sepeda motor curian.

Mengingat dua penadah  mengetahui bahwa motor yang dibelinya adalah motor curian, maka keduanya akan dikenakan hukuman dengan pasal penadahan barang curian.

“Rata-rata penadah mengambil hasil curian dengan harga Rp 1 juta hingga Rp 3,5 juta. Penadah mengetahui bahwa motor yang dibelinya adalah motor curian,” kata Kapolres.

Lebih lanjut juga disampaikan, selama bulan Maret Polres Mimika berhasil amankan tersangka kasus pelanggaran hukum lainnya yaitu tiga orang tersangka pelaku penganiayaan yakni YS, YO dan RJP di beberapa TKP yaitu di jalan Cendrawasih, SP2 dan jalan Baru.

“Tiga orang ini melakukan penganiayaan seperti biasanya, maupun menggunakan benda-benda tajam,” ujarnya.

Untuk kasus menonjol lainnya, polisi juga telah mengamankan dua pelaku pelanggaran hukum perlindungan anak yakni MT yang melakukan kekerasan terhadap anak di jalan Bhayangkara Koperapoka dan DFL yang merupakan pelaku pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak-anak di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) jalan Sopoyono SP4.

“Kasus dua tersangka ini juga yang selama ini menjadi sorotan. Pelaku yang di SATP juga sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” jelasnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar