Politeknik Amamapare Gelar Webinar Peran Mahasiswa Mewujudkan Smart City di Mimika

Bagikan Bagikan
Wabup Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM saat menyampaikan paparannya pada kegiatan Webinar Politeknik Amamapare Timika (Dok:SAPA)

SAPA (TIMIKA) – Politeknik Amamapare Timika menggelar Webinar secara daring bertema “Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Smart City di Kabupaten Mimika” dengan narasumber kunci Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM, Jumat (12/3/2021).

Webinar ini diikuti oleh sekitar 100 mahasiswa yang berasal dari kampus-kampus di dalam dan luar Timika serta dari mahasiswa-mahasiswa yang tergabung dalam organisasi esktra kampus di Mimika seperti GMKI, GMNI, HMI dan sebagainya.

Webinar yang didukung oleh media Salam Papua ini dilakukan menggunakan aplikasi online zoom dan juga disiarkan secara live streaming melalui Youtube, dibuka oleh Direktur Politeknik Amamapare Timika, Herman Dumatubun,ST,MT.

Dalam sambutannya, Herman menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Wabup Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM yang telah hadir secara langsung di kampus Politeknik Amamapare Timika dan sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan webinar tersebut.

“Kami atas nama civitas akademik Politeknik Amamapare Timika menyampaikan Selamat Datang dan terima kasih banyak kepada Bapak Wakil Bupati Mimika yang telah menyempatkan hadir di kampus kami dalam rangka sebagai narasumber pada kegiatan webinar ini. Pada prinsipnya, di tengah-tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta adanya digitalisasi dan komputerisasi di segala bidang maka perubahan Kabupaten Mimika menjadi Smart City adalah sebuah keniscayaan, sehingga kita sebagai akademisi wajib mendukung terwujudnya hal tersebut,” ungkap Herman.

Di awal paparannya, Wabup John mengatakan, ada sebuah program yang difasilitasi oleh Kemkominfo RI tentang 100 Kabupaten/Kota sebagai pilot project menuju Smart City tahun 2016-2022, ternyata Kabupaten Mimika dipilih menjadi salah satu pilot project mewujudkan Smart City di Indonesia.

“Pada tahun 2016, dimana saya yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Mimika, ketika dilakukan asesmen atas semua Kabupaten/Kota di Indonesia yang akan menjadi pilot project Smart City, ditetapkan bahwa Mimika menjadi salah satu dari 25 Kabupaten/Kota pertama sebagai pilot project mewujudkan Smart City di Indonesia. Kita harus berbangga untuk hal ini,” kata Wabup John.

Dia menjelaskan, Smart City yang disebut sebagai kota pintar menunjuk kepada sebuah wilayah kota yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kota sehari-hari dengan tujuan memperbaiki pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Kabupaten Mimika sendiri, Smart City terdiri dari enam komponen, yakni: Smart Ekonomi, Smart People, Smart Governance, Smart Mobility, Smart Environmental, dan Smart Living.

Menurut Dia, perwujudan Smart City di Kabupaten Mimika ini perlu diimplementasikan melalui adanya regulasi-regulasi yang melibatkan semua komponen masyarakat.

“Perlu dibuat regulasi-regulasi sehingga masyarakat terlibat dalam melakukan kajian-kajian, penemuan-penemuan, serta kesadaran yang kemudian dapat menimbulkan dampak bagi pemerintah dalam pelayanan dan kehidupan sosial masyarakat, transportasi, kualitas hidup, persaingan yang sehat di segala bidang dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi,” jelasnya.

Dirinya mengaku, banyak hal yang sudah dilakukan Pemkab Mimika sehubungan dengan perwujudan Smart City ini.

“Sebenarnya banyak yang sudah kita (Pemkab Mimika) lakukan untuk perwujudan Smart City di Kabupaten Mimika, di antaranya adalah adanya aplikasi Orlando untuk pengurusan identitas kependudukan seperti KTP, kartu keluarga, kartu identitas anak, dan lain-lain, yang mana masyarakat tidak perlu lagi antri di kantor Dukcapil. Kemudian juga saat ini sedang dipersiapkan pelayanan di Rumah Sakit dan Puskesmas, di mana masyarakat tidak perlu datang antri tapi bisa mendaftar atau berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi online. Ada juga pelayanan Pemkab Mimika yang masih belum dimanfaatkan dengan baik, yakni aplikasi pelaporan e-report melalui SMS ke 116. Pelayanan ini baru satu-satunya yang ada di Provinsi Papua. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat melaporkan kepada pihak Pemkab Mimika atas segala permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Dia melanjutkan, Pasar Sentral di Timika ini merupakan satu-satunya pasar digital di Provinsi Papua.

“Kita (Pemkab Mimika) bekerja sama dengan BRI menggunakan sistem pembayaran Link Aja di Pasar Sentral. Yang mana di tempat berjualan Mama-Mama Papua secara khusus, sudah ada barcode. Sehingga ketika ada pembeli yang membeli jualannya, tanpa perlu membayar menggunakan uang tunai, tapi bisa langsung membayar melalui sistem transfer menggunakan aplikasi Link Aja tersebut dan uang tersebut masuk ke rekening Mama Papua (penjual) tersebut),” tambahnya.

Dalam hal ini, Dirinya berharap sebagai bagian dari pimpinan daerah bersama Bupati Mimika, sangat memerlukan peran Perguruan Tinggi, akademisi, dan termasuk para mahasiswa di Kabupaten Mimika dalam memberikan saran, kritik yang membangun, kajian-kajian dan program-program yang dapat mendukung terwujudnya Smart City tersebut.

“Di antaranya, kami berharap adanya komunitas IT dalam pemanfaatan teknologi di tengah-tengah masyarakat di Mimika. Selain itu juga berharap adanya relawan-relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang bertugas untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang aplikasi dan pengetahuan khususnya kepada masyarakat yang gagap teknologi (Gaptek),” ujarnya.

Di samping itu, peran mahasiswa termasuk juga seluruh akademisi yang berada di dalam Perguruan Tinggi di Mimika secara khusus, Dirinya menyampaikan agar turut berpartisipasi dalam penyusunan rencana Smart City, turut berpartisipasi dalam pemanfaatan Smart City, dan turut berpartisipasi dalam pengendalian Smart City.

“Saat ini Pemkab Mimika masih berjalan sendiri dan masih melakukan berbagai inovasi sendiri. Untuk itu, kami berharap secara khusus peran mahasiswa sebagai kaum intelektual agar dapat memberikan masukan-masukan yang konstruktif kepada pemerintah dan melakukan tindakan-tindakan yang mendukung terwujudnya Smart City di Kabupaten Mimika,” tutupnya. (Red)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar