Resmikan Pos Peka di Nawaripi, Kapolda Papua Ingatkan Agar Dimanfaatkan Dengan Baik

Bagikan Bagikan

Irjen Pol Mathius D Fakhiri, SIK menggunting pita peresmian Pos Peka Nawaripi (Foto-SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA)
– Hadir dan meresmikan Pos Peduli Keamanan (Peka) di Kampung Nawaripi, Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri, SIK harapkan agar pos tersebut dimanfaatkan dengan baik untuk menjaga keamanan di lingkungan. 

Adanya pos pengamanan ini tentunya akan memudahkan masyarakat menciptakan situasi keamanan di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, secara perlahan tidak sering lagi adanya laporan kasus pemerkosaan, pembunuhan, perkelahian dan yang lainnya. 

“Saya berharap pos ini bisa dimanfaatkan betul-betul untuk menjaga lingkungan. Jangan nanti dipakai untuk pos siram tipis-tipis,” ungkap Fakhiri pada akhir arahannya saat peresmian Pos Peka induk Nawaripi sekira pukul 19.00 WIT, Senin (15/3/2021). 

Tugas polri akan sangat ringan jika semua masyarakat kembali kepada habitatnya. Sebab, polri ada karena masyarakat yang mencintai keamanan di lingkungan, sehingga munculah organisasi yang namanya polisi untuk menjaga aturan-aturan itu. Tentunya jika setiap kampung membentuk pos-pos, maka sangat baik bagi keamanan di lingkungannya. 

Dengan adanya pos ini, tentunya tugas polisi akan ringan karena masyarakatnya melek menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Namun, juga harus ada kepedulian dari polisi itu sendiri untuk peduli atau respon terhadap semua yang dibutuhkan atau panggilan warga. 

“Memang kita tahu dari setiap wilayah kabupaten itu jumlah personil masih sangat sedikit dan peralatannya juga sangat terbatas, akan tetapi kalau setiap lingkungan membentuk poskamling,maka itu sangat memudahkan polisi dengan bantuan masyarakat. Intinya polisi tidak ada apa-apanya kalau tanpa ada bantuan masyarakat. Yang sekarang dilakukan di Timika ini sudah sangat luar biasa,karena laporan dari Kapolres sudah ada 70 lebih pos Peka yang dibangun,” ujarnya. 

Selain itu, berdasarkan laporan Kepala Kampung Nawaripi bahwa kampung ini akan dijadikan wisata woterboom dan yang lainnya,maka sudah ada pos Peka yang membantu keamanannya.

“ Nah mengingat kita orang Papua ini nyeleneh suka minta-minta pajak di tempat wisata,maka harus didiskusikan lagi,karena kalau sudah jadi tempat wisata berarti harus ada income-nya untuk daerah. Bukan pajak sembarangan,” jelasnya. 

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti G Era Adhinata menyampaikan bahwa hari ini adalah hari yang bahagia, dimana Kapolda Papua hadir langsung meresmikan Pos Peka. 

Perlu diakui bahwa kuantitas jumlah personil Polres Mimika sangat kurang untuk menghadapi tantangan dari sisi keamanan terkait dengan meningkatnya jumlah penduduk di Mimika yang tidak seimbang dengan jumlah personil kepolisian. 

“ Bisa dibayangkan bagaiman dengan jumlah anggota Lantas yang hanya 30 orang dan menangani kecelakaan di kota Timika yang sangat besar. Anggota Shabara 70 orang untuk melakukan patroli. Begitu juga dengan Sat Reskrim dan yang lainnya,” katanya. 

Dengan demikian, salah satu upaya sekaligus mengusung program dari Kapolri yang baru, maka diminta kepada seluruh masyarakat Mimika untuk bahu membahu bersama Polres Mimika dalam menjaga keamanan. 

“Syukur dalam waktu kurang lebih satu bulan, sebanyak 75 pos bisa dibangun swasembada dari masyarakat untuk membantu Polres Mimika dan salah satunya adalah Pos Peka yang ada di kampung Nawaripi,” katanya. 

Sebelumnya, hampir setiap malam minggu di Polsek Mimik Baru selalu ada laporan bahwa di Nawaripi ada kejadian dan tentunya polisi selalu datang terlambat dikarenakan informasinya terlambat. Padahal salah satu yang diinginkan Kapolri adalah polisi harus bisa memprediksi situasi, merespon  ancaman-ancaman yang ada. Dengan demikian, dengan adanya Pos Peka di setiap sudut Timika, otomatis kita cepat mengetahuinya melalui grup WhatsApp. 

“Saya sudah perintahkan seluruh perwira agar setiap malam berkeliling bersama Babinsa dan Babinkamtibmas menyambangi masyarakat. Kita tidak perlu bawah apa-apa,tapi masyarakat sudah senang dengan melihat kita saja. Apalagi kalau kita memberikan support dengan pemikiran pemikiran yang baik,” tuturnya. 

Sedangkan Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun mengapresiasi upaya Polres Mimika. Sebab menurut dia, Kampung nawaripi merupakan salah satu kampung yang rawan di Mimika, tetapi dengan kehadirannya Kapolres Era Adhinata mengaktifkan kembali Poskamling, maka makin hari angka kriminal di Nawaripi makin menurun. 

“Dahulu kampung ini terkenal dengan kampung teksas,tetapi secara perlahan menjadi kampung yang damai,” ujarnya. 

Diwawancarai usai peresmian pos, Norman mengatakan, di kampung Nawaripi ada 18 RT. Nantinya masing-masing RT akan urus 10 orang untuk Piket penjagaan setiap malamnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar