Satu Anggota KKB Tewas di Mile 53 Tembagapura Merupakan DPO Dengan Banyak Catatan Kejahatan

Bagikan Bagikan

Kapolres Mimika dan Dandim 1710/Mimika saat rilis menunjukkan foto dan barang bukti tewasnya anggota KKB Ferry Ellas (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Aksi baku tembak antara aparat keamanan Polri dan TNI di Mile 53 tanggal 28 Februari lalu ternyata menewaskan satu anggota KKB yaitu Ferry Ellas.

Saat gelar rilis bersama media, Kapolres Mimika, AKBP I Gusti G.Era Adhinata mengatakan bahwa Ferry Ellas merupakan DPO sejak tahun 2017  dengan banyak catatan kejahatan rangkaian penembakan yang telah dilakukannya.

Ferry Ellas terkait dengan penembakan mobil milik PTFI di Tembagapura yaitu tanggal 17 Agustus 2017, tanggal 24 September 2017 melakukan penembakan mobil kawal Tanki air milik PTFI di mile 61, tanggal 25 September 2017 melakukan penembakan di mile 60, tanggal 21 Oktober 2017 melakukan penembakan mobil land crusher milik PTFI  di mile 60, tanggal 21 Oktober melakukan penembakan terhadap anggota Brimob di bukit sangker mile 69, tanggal 23 Oktober 2017 melakukan penembakan terhadap anggota Brimob saat melaksanakan apel di kampung Utikini lama Distrik Tembagapura, dan tanggal 24 Oktober 2017 melakukan penembakan mobil land cruser milik RS Tembagapura di jembatan lama Utikini Tembagapura.

Setelah melihat dari barang bukti di HP juga ditemukan foto-foto dan video milik Ferry Ellas diketahui bahwa selain melakukan penembakan di tahun 2017, juga mempunyai peran lain pada penembakan yang terjadi pada tahun 2020. Dimana, sebelumnya  tanggal 21 Agustus 2019, Ferry Ellas bersama dengan Hengky Wamang ikut berkumpul di Ilaga dalam membahas rencana aksi gangguan di Tembagapura yang dipimpin oleh Bonai Tabuni dengan komandan operasi Eleakaga Telenggen.

Selanjutnya setelah melaksanakan konsolidasi diketahui bahwa pada tanggal 22  Februari 2020 setelah tiba di Tembagapura, rombongan KKB yang dipimpin Lakagak Telanggen tersebut, Ferry Ellas ikut terlibat dalam penyanderaan tiga orang guru di kampung Jagamil Tembagapura. Yang mana, tiga guru tersebut berhasil diselamatkan oleh masyarakat saat KKB lengah.

Pada tanggal 5 Maret tahun 2020, Ferry Ellas bersama kelompoknya melaksanakan pembakaran bekas gereja di Opitawak dan melakukan pembakaran di blok A kampung Opitawak Tembagapura. Tanggal 6 Maret 2020 melakukan aksi penembakan pos 754 dan pos Brimob di Opitawak. Setelah membakar pos di Opitawak, mereka langsung membakar rumah-rumah masyarakat di blok A Opitawak, sehingga seluruh masyarakat Banti dan Opitawak mengungsi ke Polsek Tembagapura dan selanjutnya diamankan ke Timika.

“Korban tewas saat upaya penegakan hukum oleh satuan tugas Nemangkawi yang menjalankan tugas pengamanan di mile 53 wilayah Tembagapura pada tanggal 28 Februari 2021. Hari kejadian itu sangat tidak memungkinkan tim investigasi bisa sampai ke tempat keberadaan KKB, karena cuaca dan Medan yang sangat ekstrim dengan hujan sangat deras,” ungkap AKBP Era yang didampingi Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf. Yoga Cahya Prasetya saat rilis di kantor layanan Polres Mimika, sekitar pukul 18.50 WIT, Selasa (2/3/2021).

Menurut AKBP Era, perlu diketahui bahwa fakta lapangan, fakta investigasi hingga saat ini diketahui dalam kontak tembak yang terjadi pada tangga 28 Februari 2021 telah ditemukan satu jenazah dan bisa dipastikan jenazah tersebut adalah Ferry Ellas sebagai anak buah dari kelompok yang dipimpin Jhoni Botak.

Dijelaskan bahwa sekitar pukul 11.30 WIT pada saat melaksanakan patroli di hutan di bawah mile 53, aparat yang melaksanakan patroli melihat sekitar enam orang mengenakan dua pucuk senjata. Dari hasil pantauan teropong, terlihat enam orang ini menggunakan senjata M16 dan AK47. Saat itu juga terjadilah kontak tembak yang berlangsung sekitar 30 menit dan dari kejauhan enam KKB tersebut lari dan masuk ke dalam hutan, akan tetapi setelah diteropong ulang diketahui ada satu anggota KKB yang diperkirakan jatuh di TKP.

Karena itu, sekitar pukul 13.00 WIT dilakukan konsolidasi oleh tim investigasi yang terdiri dari penyidik Polres Mimika gabungan bersama satuan tugas Tembagapura untuk menuju TKP keberadaan KKB. Namun, dikarenakan medan yang berat dan jurang terjal, sebelum sampai ke TKP tim investigasi harus istirahat saat malam hari.

Selanjutnya disepakati pada tanggal 1 Maret melakukan perjalanan ke TKP dan pada pukul 10.00 WIT saat tiba di TKP, tim melihat ada satu jenazah laki-laki. Namun saat hendak melakukan olah TKP, terjadi lagi gangguan dari KKB yang berada di ketinggian, sehingga diputuskan kembali setelah mengambil barang bukti dan dokumentasi. Pada pukul 19.00 WIT tim kembali ke mile 50 dan melaksanakan konsilidasi awal.

Hasil dari investigasi, setelah pengumpulan barang bukti dan melihat dari foto-foto yang ada, dapat dipastikan bahwa satu jenazah yang ditemukan adalah DPO Polres Mimika tahun 2017.

“Investigasi tersebut juga berdasarkan keterangan dari dua informan yang mengenal betul Ferry Ellas. Barang bukti yang ditemukan juga terdapat foto-foto milik Ferry Ellas dan setelah dicocokkan, baik dari pakaian dan pernak-pernik seperti kalung, jam tangan, anting adalah sama dengan foto yang ada di HP,” katanya.

Di saat yang sama, Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf. Yoga Cahya Prasetya menegaskan, Ferry Ellas adalah salah satu personel KKB yang menyebabkan masyarakat tiga kampung dievakuasi ke Timika yang saat inipun telah kembali ke kampungnya masing-masing.

Dijelaskan bahwa TKP kontak tembak yang terjadi tanggal 28 Februari jauh dari jalan dan berada di tengah hutan, sehingga tidak ada yang perlu dikuatirkan masyarakat dalam menjalankan kegiatannya.

Kejadian ini jangan sampai menjadi suatu halangan bagi masyarakat dalam beraktivitas, baik yang di Timika maupun di Tembagapura.

Perlu digarisbawahi, upaya yang dilakukan boleh satuan tugas keamanan di Tembagapura adalah untuk menjaga stabilitas keamanan.

“Perlu disosialisasikan bahwa satuan tugas keamanan yang bertugas di Tembagapura terus berupaya menjaga stabilitas keamanan, begitupun yang ada di Timika. Bukti nyatanya adalah salah satu KKB yang kemarin kontak senjata, berhasil dilumpuhkan seperti yang disampaikan oleh Kapolres,” kata Letkol Yoga. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Halo
    saya orang-orang Asia yang baik, semoga ALLAH terpuji, nama saya Mahmud Simon, Warga negara INDONESIA tetapi saya berbasis di sini di MALAYSIA; Saya ingin menggunakan media ini untuk memberi tahu Anda semua tentang kebaikan Tuhan yang akhirnya membawa saya kepada pemberi pinjaman yang baik ini melalui Ibu Nurliana Novi, pemberi pinjaman yang benar-benar asli bernama Elina Johnson, direktur ALL GRANT ELINA JOHNSON LOAN, setelah saya ditipu oleh pemberi pinjaman palsu, saya bangkrut, putus asa dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dan siapa yang harus dipercaya, kemudian dia datang dan memasang senyum lebar di wajah saya sebagai kejutan terbesar saya. Saya tahu sebagian besar dari Anda juga pernah menjadi korban penipuan, Anda tidak perlu repot lagi karena saya harus menyampaikan kabar baik dan satu-satunya pemberi pinjaman yang dapat dipercaya,

    Sekali lagi setelah saya mendapat pinjaman darinya, saya berinvestasi dalam bisnis dan saya melihat bahwa saya membutuhkan lebih banyak, saya terkejut ketika ibu memberi saya pinjaman lain selain pinjaman sebelumnya, orang-orang baik saya, saya telah melihatnya dan saya menjadi bagian dari pengalamannya, hari ini hidup saya mendapat giliran baru terima kasih kepada ibu elina, ya bapak mungkin takut karena kesaksian palsu yang bapak dengar tapi saya adalah saksi dan jika saya berbohong semoga ALLAH mencabut nyawa saya, saya ada orang jika anda mau pinjaman asli dialah satu-satunya yang dapat Anda percayai,

    Nyonya Elina Johnson dari ALL GRANT ELINA JOHNSON LOAN hubungi saja dia hari ini melalui email: elinajohnson22@gmail.com »atau Anda dapat menghubungi saya melalui email saya untuk panduan lebih lanjut; mahmudsimon2@gmail.com, dan saran cara mengajukan pinjaman dari Ibu Nurliana Novi di nurliananovi96@gmail.com. Saya menunggu untuk mendengar kabar baik Anda sendiri, Terima kasih semua dan semoga ALLAH dipuji.

    BalasHapus