Satu Warga Sipil di Timika Tewas Ditembak, Aktivitas di Mile 40 Hingga Mile 50 Diminta Dikosongkan

Bagikan Bagikan
Saat jenazah Demianus Magai dimakamkan di TPU Jalan C Heatubun ujung bandara Mozes Kilangin Timika (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – Menyusul adanya satu warga sipil yang diduga tewas tertembak tanggal 21 Maret lalu, Kapolres Mimika meminta agar aktivitas pendulangan di wilayah mile 40 hingga ke mile 50 dikosongkan.

Hal ini disampaikan lantaran wilayah tersebut merupakan wilayah perlintasan dan sering terjadi gangguan KKB.

Dengan demikian, masyarakat harus menyingkir dari wilayah tersebut agar tidak terjadi korban salah tembak dari aparat ataupun dari pihak KKB.

“Hal itu disampaikan oleh Kapolda melalui Wakapolres Mimika dan saya sendiri juga sudah disampaikan oleh Wakapolres. Saya juga sudah sering sampaikan kepada masyarakat, dimana di mile 40 sampai 50 itu ada gangguan KKB. Makanya sangat disayangkan ketika masih ada masyarakat yang berani masuk ke sana. Itu kan wilayah perlintasan KKB, makanya pihak keamanan yang ada di sana tidak mungkin diam saja,” ungkap Kapolres Mimika, AKBP I Gusti G Era Adhinata di Mako Polres Mimika di mile 32, Kamis (25/3/2021).

Dijelaskan juga bahwa belum diketahui pasti apakah warga yang meninggal ini merupakan korban salah tembak atau bagaimana?

Sehubungan dengan kematian warga sipil atas nama Demianus Magai tersebut, kepolisian pun terus berkoordinasi dan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang ada di TKP agar mendapatkan titik terang apakah tindakan yang dilakukan adalah tindakan hukum yang tepat ataukah kesalahan.

“Olah TKP di tempat kejadian itu tidak memungkinkan dengan kerawanan yang ada,” jelasnya.

Jenazah Demianus telah dimakamkan di TPU Jalan C Heatubun ujung bandara Mozes Kilangin Timika tanggal 23 Maret lalu. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar