Sekolah di Mimika Kembali Tatap Muka

Bagikan Bagikan

Aktivitas belajar mengajar sebelum pandemi (Foto-Dok/ SAPA) 

SAPA (TIMIKA)
Berdasarkan keputusan bersama nomor 443.1/124 tentang pencegahan, pengendalian dan penanganan covid-19  adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Kabupaten Mimika,  aktivitas sekolah di Mimika bisa dilakukan secara tatap muka. 

Adaptasi kebiasaan baru sebagaimana dimaksud dalam poin kedua huruf C, aktivitas persekolahan dapat dilakukan pembelajaran tatap muka bagi peserta didik kelas VI  SD, IX dan XIII yang diatur teknisnya oleh Dinas  Pendidikan dengan menerapkan protokol kesehatan. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jeni O. Usmany mengungkapkan untuk tatap muka, kelas VI SD dan kelas IX atau kelas 3 SMP yang menjadi prioritas namun tetap mengikuti protokol kesehatan. 

"Mereka kita prioritaskan karena mereka akan menghadapi ujian sekolah yang akan menentukan kelulusan untuk lanjut pada pendidikan selanjutnya.  Besok kami rapat berarti lusa tatap muka sudah berjalan," ungkap Jeni. 

Jeni menginginkan, tatap muka diterapkan harus ada kesepakatan antara Dinas, pihak sekolah juga orang tua murid, sehingga tidak ada yang disalahkan  ketika terjadi sesuatu. 

"Kita harus jaga kemungkinan ini, di sekolah kita boleh menjaga anak dengan menerapkan protokol kesehatan, tapi kita tidak tahu ketika sudah ke luar dari halaman sekolah," ujarnya.

Model pembelajaran tatap muka tetap menerapkan 50 persen dalam kelas, namun kata Jeni tidak menutup kemungkinan bisa 30 persen jika kelas masih full. 

Sambungnya, sejak awal penanganan covid-19 di Mimika dan aktivitas belajar mengajar diharuskan melalui rumah, Dinas Pendidikan telah menerapkan 3 model belajar, (Goggle, Whatsapp dan Guru Kunjung) 

"Selama berjalan, orang tua yang tidak memilih belajar secara online, mereka rutin mengambil tugas di sekolah untuk nantinya menjadi tugas bagi anak-anak mereka di rumah, jadi untuk model belajar tergantung pilihan orang tua, " terangnya. 

Sementara itu Bupati Mimika, Eltinus Omaleng mengungkapkan, penanganan covid-19 di Kabupaten Mimika dalam kurun waktu satu tahun berjalan dan mengharuskan sekolah melakukan aktivitas belajar mengajar dari rumah, Bupati Mimika,  Eltinus Omaleng menilai kurang efektif. 

"Selama setahun berjalan kita punya anak anak tambah bodoh bukan tambah pintar,  belum lagi belajar secara online itu membuat penglihatan mereka kurang baik, ini yang akan kita evaluasi, " ujarnya. 

Belajar dari rumah menurut Bupati hanya akan menambah beban orang tua, apalagi orang tua yang kehidupannya pas- pasan. 

Bupati meminta agar dinas terkait bersama pihak sekolah dapat melakukan simulasi untuk mengatur model pembelajaran, sehingga tatap muka kembali dilakukan dan tetap mematuhi protokol kesehatan. 

"Sementara sekolah wilayah pedalaman tetap berjalan seperti biasa (tatap muka) dan kita berharap pada bulan Mei mendatang semua sekolah sudah bisa melaksanakan sekolah tatap muka tentunya dengan menerapkan 3M, " kata Bupati. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar