Soal ASN dan Honorer di Mimika yang Menolak Divaksin, Wabup: Saya Belum Dapat Laporannya!

Bagikan Bagikan

Salah satu ASN di Mimika yang menerima vaksin covid-19 (Dok:SAPA)

SAPA (TIMIKA) - Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM belum mendapat laporan alasan dari sejumlah ASN dan tenaga honorer yang menolak divaksin covid-19.

“Saya belum dengar alasan ASN dan honorer yang menolak divaksin, saya juga belum dapat laporannya,” kata Wabup John saat ditemui Salam Papua di Hotel Grand Tembaga, Timika, belum lama ini.

Ia mengatakan karena belum menerima laporan sehingga belum bisa melakukan evaluasi terhadap hal itu.

“Menolak karena alasan sakit atau alasan lain saya belum tahu, jadi belum bisa evaluasi,” ujarnya.

Sementara itu salah satu ASN di Lingkup Pemkab Mimika yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sesuai imbauan dari pimpinan SKPD tempatnya bekerja, semua ASN dan tenaga honorer di SKPD tersebut diminta untuk tidak menolak divaksin. Apabila menolak maka uang makan tidak dibayarkan.

“Jadi waktu pertemuan Pak Kadis imbau supaya kami semua divaksin karena jika ASN maupun honorer yang menolak maka uang makannya tidak dibayarkan,” ungkapnya.

Seperti yang diberitakan Salam Papua sebelumnya, sejumlah ASN dan tenaga honorer di lingkup Pemkab Mimika menolak untuk divaksin covid-19.

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau di Kantor Pusat Pemerintahan, SP3, Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana, Mimika, belum lama ini.

Ia mengatakan, ASN dan tenaga honorer yang tidak ingin divaksin dengan memberikan berbagai alasan, pihaknya tidak bisa memaksakan hal itu.

“Kami tim dari Dinas Kesehatan tidak bisa memaksa, kalau mau sehat harus divaksin, kalau tidak mau harus siap terima resikonya,” kata Marselino. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar