Tahun 2021, Dinas Ketahanan Pangan Mimika Kelola Dana Rp 4 Miliar

Bagikan Bagikan
Yulius Koga (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika mengelola anggaran sebesar Rp 4miliar pada tahun anggaran 2021 ini.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Yulius Koga, saat ditemui Salam Papua di ruang kerjanya belum lama ini.

Ia mengatakan besaran dana tersebut digunakan untuk biaya rutin kantor sekitar Rp1, 6 milar dan sekitar Rp2,4 miliar untuk pelaksanaan sejumlah program kegiatan.

“Dana kegiatan dua koma empat miliar ini sumbernya dari dana Otsus Rp850 juta, DAK Rp350 juta dan sisanya dari APBD,” terang Yulius.

Dijelaskan, ada sejumlah program kegiatan yang akan dilakukan tahun ini yakni  budi daya tanaman pekarangan, pengolahan hasil pangan lokal dan beberapa program lainnya.

“Pengolahan bahan pangan lokal ini fokus ke Sagu. Jadi kami punya beberapa kelompok usaha mereka ini yang kami persiapkan untuk ikut pameran pangan olahan Bulan Juni dan Juli nanti. Pameran ini juga sebagai persiapan menyambut PON tahun ini,” ujarnya.

Selain kelompok binaan yang olah Sagu, pihaknya juga membina sejumlah kelompok  yang mengolah buah merah, sirup dan es krim dari pangan lokal.

“Jadi kelompok-kelompok ini akan kita bina dengan maksimal agar mereka bisa mandiri dan siap untuk mendukung PON nanti,” tuturnya.

Sementara untuk program pengembangan budidaya pekarangan, lanjut Yulius, pihaknya akan membina dua distrik yakni Distrik Amar dan Kapiraya. Setiap distrik akan dibina 75 Kepala Keluarga (KK) untuk mengembangkan tanaman pekarangan.

“Tahun sebelumnya kami bina tiga distrik,  yaitu Distrik MimikaTimur Jauh, Jita dan Kwamki Narama. Setiap distrik kita bina 50 KK, jadi kalau tahun sekarang kita kurangi jumlah distrik tapi jumlah KK sama. Tujuannya supaya pembinaanya lebih maksimal.,” terangnya.

Ia mengatakan, untuk pembinaan KK dalam membudidaya tanaman pekarangan menggunakan dana  Otsus dan DAK.

“Tanaman pekarangan yang kami maksudkan itu seperti sayur kol, brokoli, atau sayur-sayuran lain yang bisa ditanam di pekarangan,” tuturnya.

Tahun ini, lanjut dia, ada program kerja yang harus diselesaikan namun tidak diakomodir di APBD induk sehingga pihaknya berencana mengajukan pada RAPBD perubahaan nanti.

“Kita punya tiga kelompok binaan yang produksi tepung Sagu di Kampung Nanenamuktipura, SP6, di Mapurujaya dan di Jalan Hasanudin. Kelompok yang di SP6 dan Mapurujaya ini alat parut Sagu sudah rusak, sementara mereka harus memproduksi Sagu untuk persiapan PON nanti jadi mau tidak mau alat parut harus diganti,” ungkapnya.

Sementara itu kelompok yang di Hasanudin sudah mandiri sehingga pihaknya berencana melepas kelompok tersebut untuk berjalan sendiri.

“Pedagang-pedagang di Pasar Sentral hampir semuanya ambil Sagu di kelompok binaan di Hasanudin ini,” katanya.

Meskipun mempunyai kelompok binaan, dirinya tidak bisa memastikan jumlah produksi sagu setiap harinya.

“Kalau bahan mentah banyak mereka bisa produksi banyak setiap hari,” ujar.

Dia menyebutkan  program kerja lain yang akan dilakukan tahun ini yakni penyusunan neraca menu makanan, memantau harga pangan dan memantau ketersediaan pangan.

“Kami juga akan melakukan monitoring pada kelompok-kelompok binaan,” pungkasnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar