Tembagapura HUT ke-48, AGuTe: Kota yang Membuat Rindu!

Bagikan Bagikan
Prasasti Tambang Tembaga Tembagapura saat diresmikan Presiden Soeharto (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Tepat 48 Tahun yang lalu di tanggal 3 Maret 1973, disitulah pertama kali Kota Tembagapura diresmikan oleh Bapak Presiden Jenderal TNI Soeharto.

Tembagapura ada karena di situlah letak dari Perusahaan Tambang Tembaga PT Freeport Indonesia (PTFI).

Pada hari yang bersejarah bagi kota Tembagapura ini, sebuah komunitas bernama Anak Gunung Tembagapura (disingkat: AGuTe), menyampaikan ungkapan kebahagiaan dan rasa syukurnya.

“Kami sebagai salah satu komunitas yang bernama “AGUTE” pun  terlahir di kota ini, Tembagapura. Dan kami merasa bersyukur karena hari ini adalah hari bersejarah di mana kota Tembagapura diresmikan,” ujar Karel Kalangie, Agute 88.

Karel mengatakan, ada sebagian dari keluarga AGUTE yang terlahir, besar dan bersekolah di kota Tembagapura yang bernama YPJ (Yayasan Pendidikan Jayawijaya).

Tetapi komunitas AGUTE merangkul siapa pun itu, baik mereka yang baru datang, dan bekerja di PT. Freeport Indonesia, karena pedoman mereka adalah, “ Siapa saja mereka yang sudah menginjakkan kaki di Kota Tembagapura telah menjadi Keluarga Besar dari AGUTE“.  Jadi, AGUTE adalah milik semua dari Sabang sampai Merauke yang sudah hadir di Kota Tembagapura, dan bukan hanya milik kalangan tertentu.


Sungguh Berkat kemurahan dari Tuhan Yang Maha Esa, di mana Kota Tembagapura selalu menjadi kota yang banyak menghidupi kehidupan banyak Jiwa melalui kekayaan alamnya, kota yang selalu membuat rindu bagi mereka yang meninggalkannya, dan juga banyak mereka yang kembali ke kota Tembagapura untuk berbakti dan bekerja.

“Harapan kami AGUTE di Hari Ulang Tahun kota Tembagapura ini, mari kita semua selalu menjaga persaudaraan, kompak selalu dalam keseharian tugas dan pekerjaan, dan juga menjaga Kesehatan masing-masing pribadi di tengah situasi pandemi Covid 19 ini. Mari kita semua mencintai pekerjaan kita masing-masing yang telah diberikan oleh perusahaan ini, dan selalu menjaga nama baik PT. Freeport Indonesia, kota Tembagapura dan Tanah Papua. “ KITORANG SEMUA BASUDARA”,” ungkapnya.

Di sisi lain, Djunaedy Manimau Agute 86 atau yang biasa dipanggil Kak Edy oleh junior-juniornya menambahkan bahwa  Tembagapura adalah kota di mana dirinya tumbuh di masa kecil, kota sejuta kenangan dan kota yg penuh keramah-tamahan.

“Saya bersyukur pernah tinggal dan bekerja di Tembagapura di mana terbentuknya komunitas AGuTe, Anak Gunung Tembagapura di mana kita bisa berkumpul, bertukar pikiran, dan saling mengisi satu dengan yang lain,” kata Djunaedy.

Dia berharap, untuk ke depannya semoga AGuTe lebih kompak lebih terorganisir saling support. Dan semoga AGuTe lebih besar lagi dalam segala hal serta bisa memberi manfaat buat PTFI dan buat Tembagapura tercinta. (Red)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar