Warga Tsinga Butuh Tanaga Kesehatan, Pembangunan Jembatan dan Tambahan Ruang Kelas SD

Bagikan Bagikan

Anggota DPRD Mimika saat mendengarkan aspirasi perwakilan masyarakat (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Warga Tsinga Bebilawak Distrik Tembagapura mengeluhkan tidak adanya tenaga medis yang bertugas di Pustu dan mengharapkan agar Pemkab Mimika segera membangun dua jembatan sebagai akses masyarakat antar kampung ataupun ke kebun.

Pdt. Elias Jawame mewakili seluruh masyarakat Tsinga mengatakan bahwa Pemkab Mimika harus mengaktifkan subsidi penerbangan bagi masyarakat di Tsinga agar bisa mempermudah akses bagi masyarakat.

“Di Tembagapura ini ada dua lapter yaitu di Aroanop dan Tsinga, tetapi sampai saat ini sudah tidak ada lagi layanan. Untuk itu kami minta supaya Pemkab (Mimika) perhatikan subsidi penerbangan bagi masyarakat, karena PFTI sudah tidak aktif lagi,” katanya kepada Anggota Fraksi Mimika Bangkit, Aloisius Paerong dan Anthon Bukaleng saat melaksanakan reses, Rabu (31/3/2021).

Selain hal itu, warga Tsinga juga sangat membutuhkan pembangunan jembatan Kogubarama dan jembatan Kenkinie dan pembangunan  gereja yang rencananya akan dibangun berdekatan dengan SDN Bebilawak.

“Dua jembatan itu dahulu dibangun PTFI, tetapi sekarang sudah rusak parah dan masyarakat takut mau lewat,” jelasnya.

Diapun meminta agar pemekaran kampung segera dilakukan guna cakupan perataan pelayanan kepada masyarakat.

Selanjutnya, Joseph yang merupakan guru di SD Negeri Bebilawak, menyampaikan bahwa sangat banyak kekurangan di sekolah termasuk keterbatasan ruangan, di mana saat ini SD dengan jumlah murid sebanyak 200 lebih tersebut hanya memiliki tiga ruangan. Dengan demikian diharapkan DPRD Mimika bisa mendorong ke dinas terkait agar ke depannya bisa  dibangun ruangan tambahan termasuk WC umum.

Disampaikan juga bahwa sampai saat ini tidak ada tenaga medis yang bertugas di Pustu yang ada, sehingga banyak masyarakat yang sakit dan harus turun ke Timika. Keadaan ini tentunya sangat menyulitkan bagi masyarakat untuk mendapatkan pertolongan saat sakit.

“Sekarang banyak masyarakat yang sudah turun ke Timika, karena mengalami sakit. Pustu ada di sini, tetapi petugas kesehatan tidak ada,” katanya.

Mewakili rekan-rekannya, ia juga mengharapkan agar Pemkab bisa mengangkat mereka menjadi CPNS.

“Kami sangat berharap supaya Pemkab perhatikan status kami yang sampai saat ini masih sebagai honorer,” ujarnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar