Yakop Molama, Pemuda Penggerak Pembangunan Dari Lembah Baliem

Bagikan Bagikan

Personel Binmas Noken Polri AKP Harbani Paroki dan Ipda Yunus Basuki melakukan kegiatan bincang rumah rumah Honai dengan pemuda pembangunan Lembah Baliem Yakop Maloma. (Foto-Antara)

SAPA (WAMENA)
- Yakop Molama merupakan sosok penggerak pemuda di Kampung Wesakma Distrik Woma patut menjadi contoh bagi generasi muda di wilayah Lembah Baliem Wamena Pegunungan Tengah Papua meski berasal dari kampung namun tetap menyambut kehadiran kebijakan otonomi khusus Papua yang digulirkan pemerintan Republik Indonesia melalui implementasi UU Nomor 21 tahun 2001. 

"Saya juga sangat mendukung kehadiran aparat TNI/Polri di wilayah kami karena bisa memberikan rasa aman,nyaman dan menjaga kamtibmas,"ungkap tokoh pemuda Papua Yakop Molama dalam bincang-bincang Honai bersama personel Binmas Noken Polri di Kampung Wesakma Distrik weoma Kabupaten Jayawijaya, Kamis (25/3). 

Simpatik tokoh pemuda Wamena kepada aparat keamanan saat ia menerima kehadiran personel Binmas Noken Polri AKP Harbani Paruki, Ipda Yunus Basuki bersama tim disambut dengan baik Yakop Molama bersama pemuda pemudi yang sedang berkumpul di rumah adat Honai.

Dalam perbincangan di Honai tersebut, Yakop mengajak para pemuda pemudi untuk membuat organisasi kecil di kampung Wesakma. 

Yakop juga sering  membantu para masyarakat di kampung Wesakma yang membutuhkan tenaga kerja untuk penyelesaian pekerjaan yang dibutuhkan warga kampung. 

Bahkan, Yakop dikenal sosok pemuda kampung yang trampil di kampung Wesakma dengan berbagai ketrampilan dimilikinya seperti bekerja membongkar lahan kebun, membuat kolam ikan dan kegiatan lain sebagainya. 

Yang lebih menjadi kepedulian Yakop saat ini juga telah memiliki sanggar seni Silimo tempat berlatih dan membuat karya anak muda Lembah Baliem yang lekat dengan budaya asli Wamena. 

Di Sanggar Silimo inilah Yakop sering mengumpulkan pemuda-pemudi di wilayahnya untuk memberikan informasi yang benar serta kerap memberikan motivasi bagi kalangan generasi muda kampung untuk tetap mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat lokal orang asli Papua.

 "Saya mengajak para adik adik pemudanya untuk bersama sama mendukung TNI/Polri dalam menjalankan tugas dan menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Jayawijaya,"ungkap Yakop dihadapan 25 pemuda pemudi yang hadir dalam bicang Honai bersama personel Binmas Noken Polri. 

Yakop menyebut, suku di Wamena ataupun di lembah Wamena, masih terikat dengan adat istiadat bahkan peperangan (perang suku) namun dalam terjadi perang duku maka hanya TNI/Polri atau pihak kepolisian  selalu menjadi penengah yang bijaksana. 

Di wilayah Wamena ini, menurut Yakop, hanya Polisi yang sangat mengerti dan memahami tentang adat istiadat budaya masyarakat orang asli Papua di Lembah Baliem. 

"Dengan demikian kami sebagai para pemuda sangat mendukung pihak TNI/Polri lebih kususnya pihak kepolisian,”ungkap  Yakop saat menyampaikan komitmen mendukung tugas Kepolisian kepada personel Noken Binmas Polri AKP Harbani. 

Yakop juga mengakui, kegiatan berbagai program pembangunan di Papua sangat diperlukan dan dilanjutkan kedepannya karena sebenarnya pembangunan yang dilakukan pemerintah sangat baik telah menyentuh kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok kampung. 

"Hanya saja karena kami sendiri bahkan pihak-pihak tertentu yang merusak dan tidak perjuangkan pembangunan ini dengan baik. Soal dana atau uang sudah ada, tinggal kami bekerja dan membangun, namun kami tidak pergunakan dana itu dengan baik."aku Yakop dengan nada prihatin. 

Kegiatan bincang Honai bersama Binmas Noken Polri dihiasi juga dengan ungkapan hati tokoh pemuda Wamena Yakop Molama tentang informasi hoaks yang tak bertanggung jawab. 

Sebagai salah satu pemuda yang berpengaruh, Yakop akan memberikan pemahaman kepada pemuda pemudi agar mereka tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak benar alias berita bohong. 

Tokoh pemuda lembah baliem itu memuji kebijakan Kapolri Jenderal Pol Sigit Listyo Prabowo melalui program penerimaan dilakukan personel Polri di Polda Papua yang meningkatkan kuota Bintara Noken khusus bagi anak-anak asli orang Papua (OAP). 

Yakop mengatakan, dalam program Polda Papua penerimaan bintara Noken ini sangat baik bagi anak anak asli Papua terutama di Wamena Kabupaten Jayawijaya karena dapat mengabdi sebagai aparat Polri. 

"Sekiranya anak anak putra daerah dapat diperhatikan masa depannya, menurut Yakop, mereka akan disiapkan menjadi untuk melanjutkan estafet kepemimpinan daerah. 

"Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri atas kebijakan memperhatikan penerimaan Bintara Noken Polri,"ujarnya. 

Sebagai pelaku seni, Yakop juga sangat mendukung penyelenggaraan PON XX Papua yang akan berlangsung 2-15 Oktober 2021 di kluster Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke. 

Ajang PON XX Papua, menurut Yakop, merupakan tempat pembuktian talenda pemuda Papua untuk bisa menunjukkan bakat. 

"Sebagai tuan rumah PON Papua 2021 mari kita bersama mendukung dan memberikan motivasi kepada atlet muda tanah Papua untuk memberikan yang terbaik bagi tanah Papua, ya torang bisa berprestasi,"ungkap Yakop penuh optimistis. 

Mewakili pemuda pemudi Wamena, Yakop menyampaikan terimakasih kepada personel Binmas Noken yang selalu menjaga kamtibmas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat khususnya di kampung Wesakma. 

"Karena kehadiran Binmas Noken Polri telah memberikan proigram yang sangat positif untuk pemuda pemudi di kampungnya,"ungkap Yakop pada bincang rumah Honai. 

Potensi pemuda kampung 

Program bincang Honai yang digagas personel Binmas Noken Polri mendapat apresiasi khusus Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes Pol M. Iqbal Alqudusi, SH, SIK. 

Kombes Iqbal mengharapkan, sosok pemuda seperti Yakop Molama yang begitu peduli dengan masa depan anak-anak muda di Kampung Wesakma Kabupaten Jayawijaya dapat dicontoh oleh generasi muda Papua lainnya. 

Potensi anak-anak muda di Kampung seperti sosok Yakop Molama, menurut Kombes Iqbal, agar lebih banyak ditampilkanl dalam kegiatan bincang Honai untuk mengetahui apa saja yang menjadi keinginan pemuda kampung dalam mendukung tugas Kepolisian menjaga kamtibmas.

Melalui bincang Honai dilakukan Binmas Noken Polri, menurut Kombes Iqbal, diharapkan dapat terjalin hubungan dari hati untuk bersinergi mendukung program pembangunan di Papua menjadi lebih baik lagi. 

"Dengan ide-ide bagus digagas anak muda Wamena yang dimotori tokoh pemuda Yakop Molama bisa menjadi kontribusi positif untuk pembangunan Papua saat ini dan kedepan,"katanya. 

Figur Yakop Molama tidak hanya menjadi panutan pemuda di Lembah Baliem tetapi juga menjadi motivator penggerak pemuda kampung Wesakma dalam mendukung berbagai program pembangunan yang sedang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan Papua baru yang aman,mandiri dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar