20 Ribu Lansia di Mimika Segera Divaksin

Bagikan Bagikan
Kadinkes Mimika, Reynold Ubra (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengungkapkan bahwa setelah vaksinasi kepada pelayanan publik, tim vaksinator Dinkes Mimika segera mendata semua orang yang tergolong dalam lanjut usia (Lansia) untuk divaksinasi.

Reynold Ubra pada Kamis (22/4/2021) mengungkapkan, vaksinasi kepada pelayanan publik sudah pada dosis kedua dan telah mencapai 60 persen.

"Setelah selesai memberikan vaksin kepada pelayanan publik kita akan mendata semua lansia yang ada di zona merah covid-19, untuk nantinya diberikan vaksin," ujar Reynold ketika ditemui di Hotel Grand Tembaga jalan Yos Sudarso Timika.

Untuk strategi pelayanan vaksinasi kepada Lansia, tim kesehatan akan melakukan secara mobile dan melakukan secara massal.

"Jadi vaksinasi bagi Lansia ini kita buka secara massal dan kita lakukan secara mobile atau tim akan langsung datangi rumah untuk melakukan vaksinasi. Pada saat tim melakukan pendataan, tim juga langsung melakukan screening untuk mengetahui apakah Lansia tersebut bisa mengikuti vaksinasi massal atau mobile," tuturnya.

Rey mengatakan, target pemberian vaksinasi kepada Lansia sebanyak 20 ribu orang dengan jangka waktu hingga tanggal 8 Mei 2021.

Ia menambahkan, jumlah dosis vaksin yang diberikan provinsi kepada Kabupaten Mimika untuk menjangkau 3 kelompok (Nakes dan Pejabat Publik, Pelayan Publik dan Lansia) sebanyak 39 ribu dosis,  namun total vaksinasi yang sudah diterima sebanyak 22 ribu dosis dan tersisa 6 ribu dosis.

"Yang sudah menerima vaksinasi sudah sekitar 16 ribu, dan kita juga kejar target sehingga setiap kelompok sasaran segera divaksin cepat, dan jika masih memungkinkan maka kami akan melakukan vaksinasi kepada 10 Ormas Islam sebelum lebaran ini," tuturnya.

Dan seusai lebaran, tim vaksinator akan menyasar guru dan Panitia PON serta Panitia Pesparawi.

Untuk mencakup semua kelompok sasaran itu ditentukan oleh kementerian kesehatan disesuaikan dengan ketersediaan vaksinasi.

"Kita masih menggunakan vaksin jenis sinovac dan kemungkinan ini akan berjalan sampai akhir tahun ini," ujarnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar