Anggota DPR: Aksi Kekerasan KKB Merupakan Pelanggaran HAM

Bagikan Bagikan

AnggotA DPR RI Dapil Papua Yan Permenas Mandenas. (Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA)
- Anggota Komisi I DPR RI Yan Permenas Mandenas (YPM) menyatakan kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) sudah termasuk kategori pelanggaran hak asasi manusia (HAM). 

Menurut YPM, berbagai aksi kekerasan yang dilakukan KKB sudah merupakan pelanggaran HAM, apalagi selama ini KKB menyatakan berjuang untuk melepaskan Papua dari NKRI, namun kenyataannya rakyat sipil menjadi korban kekerasan dan penembakan. 

"Aksi KKB sudah tidak pandang bulu karena sudah membias ke anak sekolah dan kepala suku termasuk mereka yang bertugas meningkatkan sumber daya manusia (SDM)," kata Anggota DPR RI Dapil Papua Yan Mandenas kepada ANTARA, Senin. 

Politisi asal Partai Gerindra itu menyatakan, saat ini yang menjadi korban tetapi juga guru dan pelajar, serta kepala suku sehingga apa yang dilakukan KKB dinyatakan sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM). 

"KKB melakukan pelanggaran HAM terhadap warga sipil tidak saja kepada orang asli Papua tetapi warga lainnya, dan itu harus disuarakan mengingat selama ini aparat keamanan selalu dipojokkan dan dinyatakan sebagai pelaku pelanggaran HAM " tegas YPM. 

Dia mengatakan perjuangan yang dilakukan KKB bukannya membuat rakyat aman namun sebaliknya ketakutan sehingga diprediksi tuntutan kemerdekaan itu akan membinasakan rakyat Papua sendiri karena akan terjadi perang saudara. 

Dia mengaku sebelumnya selalu mendorong berbagai upaya untuk menciptakan kedamaian namun dengan meninggalnya Kabinda Papua di kampung Dambet, Beoga, Kabupaten Puncak menyebabkan upaya tersebut akan mengalami kendala . 

Untuk menekan aksi kekerasan yang dilakukan KKB Panglima TNI dan Kapolri diminta melakukan evaluasi penempatan satuan tugas serta mengerahkan kemampuan terbaik guna mendeteksi pergerakan KKB di Papua agar mereka ditangkap dan diadili. 

Selain itu juga dibongkar aktor-aktor yang selama ini mensuplai amunisi dan senpi ke KKB hingga menghidupkan KKB hingga membuat Papua tidak aman dimata dunia dan masyarakat Indonesia, harap Mandenas melalui telepon selularnya. 

Kabinda Papua Brigjen TNI Putu Dani, Minggu sore (25/4) di tembak KKB di Dambet, Beoga, Kabupaten Puncak. 

Sebelumnya KKB menembak dua orang guru di Beoga dan seorang pelajar di Ilaga hingga meninggal serta membakar rumah guru, sekolah dan rumah kepala suku. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar