ASN di Kabupaten Mimika yang Mudik Akan Kena Sanksi

Bagikan Bagikan
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos,MM (Dok:SAPA)

SAPA (TIMIKA) - Mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 saat sebelum dan sesudah Hari Raya Idulfitri 1442H tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Mimika tidak mengizinkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk mudik ke luar daerah.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM pada Senin (19/4/2021), mengungkapkan bahwa kebijakan itu tercantum dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 8/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Mudik dan/atau Cuti Bagi Pegawai ASN dalam Masa Pandemi Covid-19.

Disampaikan, pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah berlaku pada tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021.

"Bagi ASN yang mudik mendekati lebaran akan dikenakan sanksi dan itu sudah tertuang dalam aturan Men-PAN," ujar Wabup John.

Larangan tersebut kata Wabup John hanya berlaku bagi ASN tidak bagi masyarakat umum, sebab sejauh ini belum ada surat resmi dari Pemerintah Provinsi Papua terkait larangan mudik yang disampaikan kepada seluruh Kabupaten dan kota, akan tetapi itu menjadi tanggungjawab setiap Kabupaten untuk mengatur prokes itu dengan baik.

Sambungnya, Pemkab Mimika belum memastikan kebijakan terkait mudik di tahun ini, kemungkinan Pemerintah akan memberlakukan kembali aturan diawal penanganan covid-19, dimana setiap penumpang yang masuk ke Timika wajib diperiksa.

"Saat ini memang kita belum bisa kendalikan masyarakat, karena kita tidak mengetahui apakah keberangkatan mereka karena adanya kebutuhan kerja,  atau ingin berobat atau hal lainnya. Kita tidak bisa memastikan yang berangkat itu merupakan warga yang ingin mudik, tetapi kita akan perketat dengan pemeriksaan baik keluar maupun masuk Timika. Kita khawatir jangan sampai masyarakat yang berangkat dan kembali membawa virus," tuturnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar