Belum Ada Listrik, Masyarakat Kampung Aingogin-Tembagapura Gunakan Lilin Untuk Penerangan

Bagikan Bagikan

Kepala Kampung Aingogin, Toni Beanal (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Belum ada listrik di Kampung Aingogin, Distrik Tembagapura Mimika sehingga untuk penerangan di sana masyarakat masih menggunakan lilin.

Untuk itu masyarakat Kampung Aingogin meminta Pemkab Mimika membantu melalui pengadaan solar cell.

“Masyarakat minta solar cell supaya bisa ada listrik di sana karena selama ini untuk penerangan kami pakai lilin,” ujar Kepala Kampung Aingogin, Toni Beanal kepada Salam Papua di Hotel Horison Ultima Timika, Jalan Hasanuddin, Kamis (29/4/2021).

Ia mengatakan, kampung yang memiliki 287 penduduk ini juga membutuhkan 4 jembatan gantung untuk penyeberangan warga, sementara 3 jembatan lain untuk melintasi sungai yang lebih kecil.

“Yang paling penting itu jembatan yang melintasi sungai besar. Jembatan itu sebelumnya sudah ada tapi karena banjir bandang dan longsor sekitar Bulan Juli 2020 jembatan jadi hancur. Kalau tidak ada jembatan itu berarti warga harus naik-turun gunung membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyeberangi sungai. Jadi itu kebutuhan sangat penting,” ujarnya.

Selain itu warga di sana juga membutuhkan anak babi, bibit sayur-sayuran dan buah-buahan.

“Di sana ada dua kelompok tani dan dua kelompok ternak. Mereka sampaikan kepada saya untuk saya lanjutkan ke pemerintah daerah agar dibantu anak babi dan bibit tanaman sayur dan buah-buahan,” ujar dia.

Toni mengungkapkan, warga di kampung itu juga meminta pemerintah memperbaiki pintu atap dan rumah.

“Hampir semua rumah warga pintu dan atapnya rusak jadi mereka minta pemerintah tolong perbaiki,” ujarnya.

Dia menambahkan untuk pelayanan kesehatan di Kampung Aingogin dilakukan aparat TNI.

“Di sana tidak ada tenaga kesehatan dari pemerintah, mereka sudah lama sekali pulang karena gangguan keamanan sampai sekarang belum kembali ke kampung,” ujarnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar