BPKLN Papua Dorong Bangun Pagar Sepanjang Jalur Non-Formal Perbatasan

Bagikan Bagikan

Patugas berjaga di dekat perbatasan RI dengan Papua Nugini (PNG) di wilayah Skouw, Jayapura, Papua. Selain menjadi garis pembatas negara Indonesia dengan PNG, tempat tersebut sering dijadikan tempat wisata warga Indonesia yang berkunjung ke Jayapura.(Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA)
- Badan Perbatasan dan Kerja sama Luar Negeri (BPKLN) Provinsi Papua mendorong pembangunan pagar di sepanjang jalur non-formal di perbatasan RI-Papua Nugini guna meminimalisasi arus ke luar masuk orang dari wilayah negara tetangga tersebut. 

Kepala Badan Perbatasan dan Kerja sama Luar Negeri Provinsi Papua Suzana Wanggai dalam keterangan melalui laman daerah, Minggu mengatakan,

pagar yang harus dibangun panjang sekali supaya warga yang ke luar masuk dapat lebih terpantau di jalur non formal perbatasan RI-PNG. 

"Tidak hanya pembangunan pagar, mungkin juga semacam pos keamanan pada sejumlah jalur non formal ini," harap Kepala BPKLN Provinsi Papua Suzana Wanggai dikutif laman setempat.

Suzana akui, hingga saat ini belum ada pagar pembatas ataupun pos lintas batas yang dibangun pada jalur-jalur non formal  tersebut. 

Di lain pihak, menurut Suzana, masih banyak warga negara tetangga PNG yang memiliki kebun di wilayah Papua. 

"Begitu sebaliknya, sehingga masyarakat dari PNG dan Papua sering ke luar masuk menggunakan jalur non formal tersebut," ungkapnya. 

Ia menyebut, memang bagi warga tradisional di perbatasan yang hendak melintas, mereka sudah punya surat pelintas batas atau administrasi kependudukan. 

"Tapi karena ada pandemi jalur formal ditutup sehingga kebanyakan menggunakan jalur non formal. Ini yang memang menjadi tantangan kita," ujarnya. 

Suzana berharap, supaya tak ada warga yang dirugikan di saat pandemi COVID-19 sehingga perlu ditingkatkan pengawasan. 

"Kalau jalur formal kan memang sudah ditutup sejak lama. Sehingga jalur non formal ini yang memang perlu diawasi secara ketat," harapnya. 

Suzana mengatakan, jajarannya akan memperketat pengawasan dengan segera duduk bersama pihak terkait untuk bisa membahas pengawasan di jalur non formal dalam upaya meminimalisasi COVID-19. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar