Bupati Puncak Tatap Muka Dengan Masyarakat Sikapi KKB dan Situasi Keamanan

Bagikan Bagikan

Bupati Puncak Willem Wandik didampingi Kapolres Kompol Nyoman Punia, Dandim Puncak Jaya Letkol Inf Rofi Irwansyah, Wakil Bupati Pelinus Balinal dan Ketua DPRD Lukius Newegalen. (Foto-Antara)

SAPA (PUNCAK)
- Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik melakukan tatap muka pertemuan dengan masyarakat membahas aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan situasi  keamanan  berlangsung di aula Pemkab Puncak, Selasa (20/4). 

Bupati Puncak Willem Wandik sangat geram dengan ulah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) beberapa hari ini di wilayah Puncak, khususnya distrik Beoga. 

“Kalau kelompok KKB mengatakan bahwa tujuan mereka adalah berjuang untuk merdeka, tetapi warga sendiri atau keluarga sendiri saja dibunuh, ini berjuang apa yang kayak begini?!”. Bahkan Mengutuk langsung tindakan KKB,"ungkap Bupati Willem Wandik pada tatap muka dengan masyarakat Kabupaten Puncak. 

Diakuinya, kejadian pembunuhan saudaranya atau masyarakatnya takut, kejadian ini sudah tidak benar, benar-benar membuatnya takut karena ini sudah sangat-sangat tidak benar. 

"Dan apabila ada orang dibalik kejadian ini yang membuat atau memerintahkan untuk membunuh anak ini, saya Kutuk dengan tanah ini, saya kutuk kalian semua kelompok ini (KKB)!,"ungkapnya. 

Dalam acara tatap muka tersebut Bupati Willem Wandik juga menganggap tindakan KKB bukanlah perangai laki-laki atau pengecut karena Papua merupakan tanah yang menjunjung tinggi adat, cinta damai.  

"Dan jika ingin berperangpun hanya melibatkan lawan yang sepadan, dalam hal ini jika KKB bersenjata maka lawannya adalah TNI Polri bukan masyarakat tidak berdaya seperti para guru, anak SMA dan tukang ojek yang hanya melayani masyarakat. Lalau mau perang, kami siapkan lapangan perang, biar kita masyarakat undur dan kalian berperang melawan TNI /Polri , itu baru laki - laki jangan membuat masyarakat jadi takut atau jadi Korban,"ujarnya. 

Dalam acara tersebut, Willem membahas tentang 20 target pembunuhan KKB dan meminta KKB untuk mengkomunikasikan hal tersebut, agar tidak terjadi lagi salah target dan pembunuhan membabi buta oleh KKB. 

 Kepada KKB supaya 19 orang yang mereka tentukan itu, lanjutnya, orang-orang itu siapa, kasih tahu kepada Bupati biar  bisa disampaikan kepada mereka, atau tidak kalian beritahu mereka supaya jangan membuat hal yang tidak di sukai, itu baru dibilang oke. 

Bupati yang adiknya sendiri telah menjadi korban kekejian KKB menggandeng TNI/Polri untuk menuntaskan masalah tersebut dan mendukung kinerja para Jenderal yang hadir langsung di wilayah Beoga untuk mengejar KKB. 

Acara tatap muka Bupati Puncak Willem Wandik juga dihadiri Wakil Bupati Puncak Pelinus Balinal, Dandim Puncak Jaya Letkol Inf. Rofi Irwansyah, Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia, Ketua DPRD Puncak Lukius Newegalen, pejabat esalon II, III dan IV Pemda Puncak , anggota DPRD Puncak, pimpinan TNI / Polri, tokoh masyarakat, kepala distrik, tokoh agama serta masyarakat di Kabupaten Puncak. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar