Hana Rayaan Berlutut Dihadapan Gerry Okoare Minta Laporan Suaminya Dicabut

Bagikan Bagikan
Hana Rayaan, istri dari terlapor Salmon Yowei saat menceritakan kronologi kejadian dan meminta maaf sambil menangis di hadapan sejumlah pengurus Kerukan Keluarga Besar Kepulauan Ambay, dan sejumlah Tokoh Masyarakat Kamoro (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Hana Rayaan, Istri dari terlapor Salmon Yowei yang dilaporkan Gerry Okoare di Polres Mimika pada Kamis 11 Maret lalu, berlutut dan memohon maaf di hadapan Gerry agar laporan suaminya tersebut dicabut.

Namun hingga saat ini permohonannya sama sekali belum diindahkan.

Dikeatuhi, Gerry melaporkan suaminya atas kasus pencemaran nama Suku Kamoro melaui komentarnya pada salah satu akun facebook.

Menurut Hana suaminya telah salah menuliskan komen tersebut dan Hana sudah berkali-kali datang meminta ampun kepada Gerry. Bahkan ia juga pergi menemui tokoh-tokoh masyarakat Kamoro lainnya untuk meminta maaf namun hingga saat ini belum menemui titik terang.

Ia menceritakan awal mulanya ia mendapat informasi bahwa suaminya ditangkap polisi saat ia masih berada di Nduga. Hana merupakan seorang guru yang mengajar di Kabupaten Nduga.

“Saya dapat informasi dari keluarga di Timika Tanggal 11 (Maret) jam dua malam katanya suami saya ditangkap dan anak kami yang masih kecil dititip di keluarga. Besoknya Tanggal 12 (Maret) hari Jumat saya langsung ke Timika. Sampai di Bandara ada nomor baru yang telepon ternyata suami saya, dia bicara sambil menangis dia bilang ditahan di Polres Mimika dia ceritakan semuanya. Dari Bandara saya langsung ke Polres untuk ketemu suami saya,” kata Hana saat pertemuan dengan sejumlah pengurus Keluarga Besar Kepulauan Ambay dan sejumlah Tokoh Masyarakat Kamoro di Jalan Cenderawasih SP2, Jalur 2, Sabtu (10/4/2021) siang.

Setelah bertemu suaminya ia berupaya untuk membebaskan suaminya dari tahanan.

Pada hari Minggu, 14 Maret 2021 Hana bersama keluarga suaminya pergi ke rumahnya Gerry Okoare di Jalan Serui Mekar Timika, namun saat itu salah seorang penjaga rumah mengatakan saat ini Gerry sedang ada rapat keluarga.

Hari Senin, 15 Maret 2021 Hana kembali ke rumah itu tapi Gerry sedang tidak ada di rumah. Hari Selasa, 16 Maret 2021 ia kembali lagi, sempat bertemu sebentar tapi Gerry mengatakan nanti dulu satu dua hari lagi baru kembali.

Namun Hana tidak patah semangat, ia pergi lagi ke rumah Gery, hari Rabu (17/3/2021) saat masih Pukul 06.00 WIT. Ia dipersilahkan masuk dalam rumah, pada kesempatan itu ia menangis meminta maaf sampai berlutut di hadapan Gerry, namun kembali lagi ia kecewa.

“Saya menangis berlutut di depan Bapa saya pegang kakinya, saya bilang atas nama suami saya minta maaf kepada Bapa dan semua masyarakat Kamoro, tolong cabut laporan. Tapi Pak Gerry bilang secara pribadi saya maafkan ibu, tapi ibu minta ketua kerukunan suaminya ibu supaya membuat surat mengundang saya untuk pertemuan. Tapi dari kerukunan bilang karena suami saya sekarang sudah ada di kantor polisi jadi kita tidak bisa mengundang,” cerita Hana sambil menangis dalam pertemuan itu.

Akhirnya Hana memutuskan pergi ke pihak Polres Mimika untuk dan meminta mereka mengundang Gerry Okoare namun yang diundang tidak hadir saat itu.

Beberapa hari kemudian ia pergi lagi ke Kantor Polres Mimika meminta pihak Polres menghadirkan Gerry namun tidak mendapatkan tanggapan seperti yang diharapkan.

“Saya menangis di hadapan polisi, saya bilang Tuhan yang kita sembah siang dan malam bisa memaafkan umatNya, kenapa kita sesama manusia tidak bisa?” cerita Hana berderai air mata.

Hana pun sempat berupaya menemui beberapa tokoh Kamoro namun mereka menjawab yang masukan laporan ini Gerry jadi hanya yang bersangkutan yang bisa cabut laporan.

“Jadi ada salah satu tokoh Kamoro bilang kalau kami lain bisa cabut laporan pasti sudah kami cabut,” ujarnya.

Tidak sampai di situ usaha Hana, ia meminta pendampingan dari sejumlah pengurus Keluarga Besar Kepulauan Ambay bertemu dengan sejumlah Tokoh Masyarakat Kamoro kemarin siang.

Di tempat itu ia menceritakan kronologis kejadian sambil berderai air mata.

Di akhir pertemuan salah seorang Tokoh Kamoro, Yohanes Yance Boyau mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin membantu suami dari Hana Rayaan agar bisa terbebas dari tahanan.

“Tuhan itu pemaaf, sebagai hambaNya kita harus bisa memaafkan. Kami akan berupaya agar suami ibu bisa bebas,” kata Yance.

Tadi sore sekitar Pukul 14.37 WIT, Salam Papua berupaya meminta tanggapan dari Gerry Okoare sebagai pelapor via WhatsApp namun hingga saat ini belum ada tanggapan. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar