Hindari Ujaran Kebencian, MUI Mimika Wajibkan Pengurus Masjid Kirim CV Ustad Tamu

Bagikan Bagikan
Ketua MUI Kabupaten Mimika, Muh. Amin, AR.S.Ag,S.Pd,MM (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Menghindari ujaran kebencian saat ceramah di Bulan Ramadan 1442 Hijriyah/2021 ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika mewajibkan setiap pengurus masjid di Kabupaten Mimika untuk mengirimkan curriculum vitae (CV) atau daftar riwayat hidup ustad tamu dari luar Timika.

“Jika pengurus masjid mengundang ustad tamu dari luar Timika maka wajib mengirimkan CV ustad tersebut. Agar saat ustad tamu pulang, kita di sini tetap nyaman. Jangan sampai terjadi perpsoalan ujaran kebencian saat ceramah di Mimika,” kata Ketua MUI Kabupaten Mimika Ustad Muh. Amin, AR. S.Ag, S.Pd, MM di gedung serba guna Masjid Ar Rahman Timika, Sabtu (10/4/2021).

Ia mengatakan, umat Islam baru saja diuji dengan teror bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar beberapa waktu lalu. Untuk itu ia menegaskan bahwa hal itu tidak bisa dikaitkan dengan Islam, meskipun pelakunya beragama Islam.

“Yang melakukan teror bom bunuh diri itu kelompok intoleran, radikal. Islam tidak pernah mengajarkan hal itu, Islam tidak pernah mengajarkan kebencian,” tegasnya.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, pada kesempatan yang sama juga menegaskan bahwa dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di Bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para Mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah Islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, dan ukhuwwah bashariyah serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat.

Hal ini kata dia, tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia nomor 03 tahun 2021 tentang ibadah Ramadan dan Idul Fitri tahun 1442 Hijriyah/2021.

“Dalam surat edaran ini ditegaskan juga bahwa para mubaligh atau penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah,” pesan Wabup John.

Ia mengatakan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah berpesan bahwa pemerintah berkomitmen dan akan terus berupaya untuk mendorong moderasi beragama. Sikap-sikap yang tidak toleran apalagi disertai dengan kekerasan fisik maupun verbal harus hilang dari bumi pertiwi Indonesia.

“Sikap keras dalam beragama yang menimbulkan perpecahan dalam masyarakat tidak boleh ada di negeri yang kita cintai ini,” katanya mengutip pesan Presiden.

Ia menambahkan, Mimika harus memberi contoh hidup toleransi antar umat beragama di Papua bahkan di Indonesia.

“Kita di Mimika ini harus jadi contoh bagi daerah lain di Papua maupun seluruh Indonesia tentang hidup toleransi yang sesungguhnya,” tuturnya. (Yosefina)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar