Jangan Tunggak PBB, Nanti Dikejar Petugas Bapenda

Bagikan Bagikan
Dwi Cholifah (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Wajib pajak di Mimika diharapkan tidak menunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) karena jika terjadi penunggakan maka akan dikejar petugas dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika.

“Pajak itu sifatnya memaksa jadi harus dibayar. Kalau sampai jatuh tempo tapi belum dibayar kita kategorikan tunggakan, dan akan dilakukan penagihan secara aktif oleh petugas dalam operasi sisir. Operasi sisir itu mengejar wajib pajak yang punya tunggakan,” tegas Kepala Bapenda Kabupaten Mimika, Dwi Cholifah kepada wartawan di Hotel Horison Diana belum lama ini.

Ia menyebutkan jika menunggak maka wajib pajak juga harus membayar denda PBB sebesar 2% setiap bulan dari total tunggakan pajak.

“Meski terkesan sedikit, jika dibiarkan utang tersebut akan semakin menumpuk dan berlipat ganda, oleh karena itu wajib pajak harus rutin membayar PBB setiap tahun sebelum jatuh tempo,” kata dia.

Dikatakan, wajib pajak memiliki kewajiban membayar PBB yang terutang setiap tahunnya. PBB harus dilunasi paling lambat 6 bulan sejak tanggal diterimanya Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) oleh wajib pajak.

“Jadi karena pembayaran kita mulai tanggal 1 April, sehingga batas waktu seharusnya 30 September. Namun karena pandemi covid-19 ini kita tambah satu bulan sampai 31 Oktober. Jika lewat dari itu, selain kena denda akan didatangi petugas dalam operasi sisir yang dilakukan pada Bulan November,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk menertibkan wajib pajak diperlukan peran serta Kepala Distrik, Kepala Kelurahan dan Kepala Kampung,

“Jadi kalau ada perumahan baru, ada perusahaan baru sampaikan kepada kita, difoto dan kasih ke kita, pasti kita datangi,” kata Dwi. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar