Kabid SMP Dinas Pendidikan Mimika: UNBK Akan Diganti ANBK

Bagikan Bagikan
Manto Ginting (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) akan diganti menjadi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan pelakasanaannya jauh berberda dengan UNBK.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Manto Ginting, saat ditemui Salam Papua di Timika, Selasa (20/4/2021).

Ia menjelaskan, UNBK dan ANBK memliliki perebedaan yakni UNBK dilakukan ujian per mata pelajaran sedangkan ANBK hanya kompetensi siswa yag diuji, jadi dalam pengujian diutamakan literisasi dan numerisasi.

“Jadi sekarang ini bukan lagi diukur permata pelajaran tetapi pemetaan sekolah ini sampai sejauh mana. Setelah mendapat peta kelemahan murid-murid, baru sekolah dapat menentukan rumus untuk bisa meningkatkan kompetensi yang dimiliki mereka. Dengan harapan sistem pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik lagi,” tuturnya. 

Ia mengatakan, untuk tahun 2021 ini ANBK rencananya dilakukan secara sampel atau hanya diikuti oleh perwakilan murid yang tidak dipilih oleh sekolah, namun dipilih langsung pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara acak.

Selain itu, sampel murid yang akan ikut ANBK ini bukan tingkat akhir melainkan kelas 5 dan 8, agar mereka dapat memperbaiki diri di tahun ajaran mendatang.

“Jadi tidak semua murid pada sekolah-sekolah yang dipilih mengikuti ANBK, setiap sekolah hanya 40 murid untuk kelas 5 dan kelas 8. Rencananya untuk tahun ini ANBK dilakukan pada Bulan September dan Oktober, jadi pesertanya nanti dari kelas 5 dan 8 supaya mereka sudah memperoleh pelajaran kira-kira satu tahun,” tuturnya.

Saat ini sekolah-sekolah tersebut sudah dipilih namun masih menunggu verifikasi ulang berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dilakukan oleh Satgas Kemendikbud.

 “Nanti setelah mereka keluarkan datanya baru kita sampaikan sekolah-sekolah mana yang jadi sample,” ujarnya.

Dirinya mengaku, saat ini sudah ada Peraturan Pemerintah (PP) terkait ANBK dan berdasarkan informasi yang diterima PP tersebut sudah ditandatangani Presiden.

“Sudah ada PP, informasinya sudah ditandatangani Pak Presiden, jadi nanti setelah PP ini diturunkan ke Permendikbud maka keseluruhan satuan pendidikan wajib menggunakan ANBK pada tahun 2022 mendatang,” ujarnya.

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi skala kecil dan sosialisasi skala besar terkait ANBK ini di SMP Negeri 2 sekalian pelatihan untuk operator masing-masing sekolah, serta pelatihan juga untuk murid dan guru-guru.

“Tapi karena modelnya semua online ternyata alatnya berat sehingga sudah dikembangkan lagi semi online. Sehingga daerah-daerah yang signalnya masih lemah bisa melakukan ANBK semi online,” terangnya.

Sementara murid-murid yang kini duduk di kelas 6 dan 9 tidak akan mengikuti UNBK namun untuk kelulusan harus memenuhi beberapa syarat seperti yang tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nadiem Makarim nomor 1 tahun 2021 tentang peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan, serta pelaksanaan sekolah dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Syarat-syarat tersebut, lanjut Manto, peserta didik yang dinyatakan lulus dibuktikan dengan rapor setiap semester. Peserta didik juga memperoleh nilai sikap dan prilaku yang baik serta peserta mengikuti ujian yang diselenggarkan oleh satua pendidikan.

“Jadi sudah tidak ada lagi UNBK seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Manto.  (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar