Kelola Dana BOS Tidak Transparan, Guru-Guru Tolak Kepsek SDN Inauga Timika

Bagikan Bagikan
Guru-Guru PNS SDN Inauga Sempan Timika saat melakukan aksi penolakan atas kepemimpinan Kepsek (Foto :SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Dinilai salah gunakan dana BOS dan Bopda yang tidak maksimal dan tidak tepat sasaran serta tidak transparan, sejumlah Guru PNS lakukan aksi penolakan terhadap kepemimpinan Kepsek SDN Inauga Sempan, DD dan berharap agar Kepsek terkait ditarik kembali ke Dinas Pendidikan.

Dalam aksinya yang digelar di depan jalan berseberangan gedung SDN Inauga, para guru ini menuntut agar Kepsek terkait harus transparan terhadap penggunaan dana BOS dan Bopda. Para guru juga menilai bahwa selama kurang lebih enam bulan menjabat, Kepsek terkait tidak pernah memberikan uang pulsa paket data bagi guru-guru dan siswa untuk kegiatan belajar mengajar online. Penggunaan dana BOS tidak sesuai dengan Permendikbud nomor 19 tahun 2020, salah satunya untuk keperluan pendidikan siswa dalam rangka kegiatan belajar mengajar online.

Para guru ini juga menilai Kepsek terkait otoriter dan terkesan selalu mengintimidasi.

Karena itu, dewan guru SDN Sempan menyatakan dengan sikap tegas menolak kepemimpinan Kepsek terkait sebagai Kepsek pada SDN Inauga Sempan jalan Budi Utomo Poros SP1, Timika.

Dalam orasinya, Debora Payungalo,SPd mengatakan bahwa jika aksi ini tidak ditanggapi Disdik, maka guru-guru akan mogok mengajar. Sebab, sebelum aksi ini dilakukan, telah dilakukan koordinasi bersama Disdik yang diwakili oleh Sekretaris Disdik, Marten Kana di kantor Disdik Mimika.

“Pimpinan kami otoriter dan tidak transparan kelola dana BOS dan Bopda. Dana Bos tidak dikelola sesuai Permendikbud nomor 19 tahun 2020,” kata Debora yang didukung rekan-rekannya, Jumat (16/4/2021).

Hal yang sama juga disampaikan Koordinator aksi, Maria Yoke Irianan,SPd. Menurut dia, yang diinginkan adalah Kepsek terkait harus dikembalikan ke Dinas.

“Kami sudah sampaikan hal ini ke Disdik dan dijanjikan akan ada solusi dari Disdik, tetapi karena tidak ada tanggapan makanya kami lakukan aksi,” tuturnya.

Dijelaskan, guru PNS di SDN Inauga Sempan sebanyak 20 orang, tetapi hanya dua orang yang tidak setuju. Sementara yang lainnya mengaku tidak berani mengikuti aksi mengingat telah adanya ancaman, dimana jika ada guru ikut aksi maka tidak akan ditandatangani setiap urusannya.

Pantauan Salam Papua, meski berada dalam gedung sekolah, Kepsek terkait tidak menemui para guru hingga aksi berakhir. Aksi para guru ini tidak menghambat aktivitas lalu lintas serta tetap menjalankan protokol kesehatan covid-19. Aksi ini juga dilakukan atas izin Kepolisian. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar