Kelurahan Sempan Mimika Gelar Giat Jumat Bersih

Bagikan Bagikan
Ketua-ketua RT bersama pegawai Kelurahan Sempan saat membersihkan lingkungan (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) – Sebagai wujud mempertahankan konsistensi program kegiatan Jumat Bersih, ketua-ketua RT dan pegawai Kelurahan Sempan Kabupaten Mimika membersihkan lingkungan di wilayah kelurahan tersebut, Jumat (30/4/2021).

Pantauan Salam Papua tadi pagi, tampak ketua-ketua RT dan pegawai kelurahan menyapu jalan, memungut sampah, membabat rumput, membersihkan parit, memasukan sampah di kantong sampah kemudian dimuat di mobil pick up untuk dibawa ke tempat pembuangan sementara (TPS).

“Jadi ini merupakan program kelurahan namanya program Jumat bersih. Yang terlibat melakukan kegiatan ini semua pegawai kelurahan, 20 Ketua RT dan warga yang ada di sekitar sini yang mau ikut berpartisipasi. Kami lakukan ini setiap hari Jumat dan sudah berjalan selama satu bulan ini,” kata Kepala Kelurahan Sempan, Frederika Yatam,S.Sos di sela-sela kegiatan bersih-bersih lingkungan tadi pagi.

Ia mengatakan, program bersih-bersih lingkungan ini juga dilakukan oleh setiap RT dua minggu sekali.

“Jadi untuk hari kesepakatan dari Ketua RT dan warga yang penting setiap dua minggu sekali wajib ada kegiatan bersih lingkungan,” katanya.

Warga setiap RT biasanya membersihkan lorong, membabat rumput dan membersihkan parit.

Selain itu setiap dua minggu juga semua Ketua RT bertemu dengan lurah untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan di RT termasuk kegiatan bersih-bersih lingkungan.

“Tujuannya agar lingkungan di Kelurahan Sempan ini selalu bersih, rapi, aman dan nyaman,” tuturnya.

Dijelaskan, untuk menjaga kebersihan lingkungan dilakukan juga penjagaan dua titik yang sering menjadi tempat pembuangan sampah oleh warga. Penjagaan dilakukan oleh 20 ketua RT secara bergilir mulai Pukul 19.00 WIT sampai Pukul 07.00 WIT.

“Jadi ada dua titik yang dijaga setiap malam di depan Lapangan Djayanti dan di pinggir jalan depan Kantor Pengadilan Negeri Mimika. Kami jaga dari malam sampai pagi supaya tidak ada lagi yang buang di situ karena sebelumnya warga  biasa buang di situ. Satu titik dijaga dua orang perwakilan dari RT atau ketua RT sendiri, jadi untuk dua titik setiap malam ada empat orang yang jaga. Warga lain biasanya menyumbang kopi, teh, kue dan pinang untuk mereka yang jaga,” pungkasnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar