Kesiapan PLN UP3 Timika Untuk Dukung PON Sudah 80%

Bagikan Bagikan
Salah satu gardu listrik di Jalan Hasanuddin, Timika, Papua (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Kesiapan pihak PLN Unit Pelaksanaan Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika, Papua untuk menyukseskan pelaksanaan PON yang akan dilasanakan dalam tahun 2021 ini sudah 80 persen.

“Kalau secara progres, untuk menyukseskan PON tahun ini kami sudah siap sekitar 80 persen. Kami hanya menunggu peralatan listrik yang nanti mau datang, jadi begitu datang kami langsung uji cobakan di setiap venue,” ungkap Manajer PLN UP3 Timika,  Marthinus Irianto Pasensi, saat ditemui Salam Papua di ruang kerjanya, Rabu (14/4/2021).

Ia mengatakan alat ini digunakan jika terjadi pemadaman listrik yang tidak bisa dihindari.

“Kalau ada pemadaman listrik dari PLN, saat peralihan dari PLN ke genset kemudian UPS itu tidak ada kedip, jadi itu otomatis,” terangnya.

Menurutnnya, di beberapa venue PON sebenarnya sudah ada listrik hanya saja saat ini pihaknya sedang menunggu jumlah kebutuhan daya yang pasti dari Panitia Besar PON.

“Sementara ini kami masih mengacu pada surat awal kebutuhan daya rata-rata 100 sampai 200  kilo Volt Ampere untuk setiap venue. Tapi hasil rapat baru-baru ini katanya mereka akan sampaikan lagi kebutuhan dayanya,” ujarnya.

Dikatakan, secara perangkat pihakya juga sudah siapkan trafo dan genset mobile.

“Ketika dibutuhkan kita langsung antar,” tuturnya.

Menurut pria berdarah Maluku dan Jawa ini, khusus untuk persiapan menyukseskan PON pihaknya melakukan beberapa pekerjaan kelistrikan di sejumlah jalur sehingga harus dilakukan pemadaman. 

“Seperti pekerjaaan yang sedang dilakukan di Jalan C Heatubun, sebentar lagi beres dan kita akan pindah ke beberapa titik lain,” ungkapnya.

Kemudian terkait Pembangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas (PLMTG) Poumako, Marthinus mengatakan   secara operasionl diatur PLN UP3 Timika, sehingga pasokan listrik langsung masuk ke sistem PLN.

“Pasokan yang kita butuhkan PLTMG harus dikirim. Jadi di sana kapasitasnya 10 megawatt, setiap harinya harus pasok 80 sampai 90 persen ke PLN,” ujarnya.

Ia menambahkan, di PLTMG ada pekerjaan pemeliharaan 6 ribu jam dan 12 ribu jam, dan saat keluar di sistem pekerjaan pemeliharaan sudah disiapkan genset.

“Secara kesiapan kita sudah sangat siap,” tutupnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar