Korban Hilang di Kali Mile 28 Tidak Ditemukan, Operasi SAR Diusulkan Ditutup

Bagikan Bagikan
Proses pencarian korban di hari ke-7 (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – Pasca dilaporkan hilang di kali mile 28 tanggal 11 April lalu, hingga pencarian hari ke tujuh Marius Hasegam tidak ditemukan dan operasi SAR diusulkan ditutup.

Sebelumnya, mulai pukul 07.00 WIT, Minggu (18/4/2021), Kantor pencarian dan pertolongan Timika melanjutkan pencarian terhadap Marius Hasegam (59) seorang pemancing yang diduga tenggelam setelah hanyut terbawa derasnya arus sungai mile 28. Selama 7 hari pencarian Tim SAR Timika sempat beberapa kali berhadapan dengan  ancaman yang membahayakan di antaranya arus sungai hingga hewan buas seperti buaya.

Operasi pencarian juga sempat didampingi keluarga korban yang ikut di perahu karet. Basarnas sendiri dalam pengerahan operasi SAR ini menggerakkan beberapa truk personel untuk angkut Perahu karet dan personel serta kendaraan operasional lainnya ke lokasi serta menggunakan 2 unit perahu karet bermesin 25 PK dan 1 unit perahu karet arum jeram dalam melaksanakan penyisiran sungai dari mile 26 hingga mile 28 dan dilanjutkan hingga mendekati muara.

Selain melakukan penyisiran menggunakan perahu karet, tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran darat pinggir sungai dikarenakan di saat kejadian sungai mile 26 airnya sedang meluap sehingga dicurigai korban bisa terangkat ke daratan sungai setelah airnya surut. Namun semua upaya yang telah dilakukan tim SAR gabungan tersebut tidak juga membuahkan hasil.

Sehingga setelah dilakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban serta dilihat lama pencarian korban telah mencapai 7 hari dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban yang sudah sesuai SOP Basarnas, maka operasi SAR terhadap Marius Hasegam diusulkan tutup. Namun jika terdapat laporan mengenai tanda-tanda keberadaan korban maka operasi SAR dapat diusulkan untuk dibuka kembali.

Kepala Kantor Pencarian dan pertolongan Timika, Monce Brury mengaku turut prihatin atas kejadian tersebut. Dirinya menyampaikan, semoga masyarakat yang beraktivitas di tepian sungai agar benar-benar mewaspadai akan data cuaca di wilayah Timika akhir-akhir ini, akan curah hujan yang tinggi yang dapat mengancam di antaranya meluapnya sungai secara tiba-tiba. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar