Kucuran Dana Kecil, Program Air Bersih Bagi Masyarakat Mimika Belum Terealisasi

Bagikan Bagikan
(Foto:Ilustrasi)

SAPA (TIMIKA) - Untuk mendukung ketersediaan air bersih bagi warga, sejak 2012 Pemkab Mimika bersama dengan PT Freeport Indonesia bekerjasama untuk membangun sarana air bersih yang dapat digunakan seluruh masyarakat hingga sampai ke kampung-kampung di pinggiran Mimika.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Robert Mayaut pada beberapa waktu lalu kembali menjelaskan bahwa berdasarkan kesepakatan kerjasama, PTFI bertanggung jawab untuk mengerjakan instalasi air ke penampungan hingga check point Kuala Kencana, kemudian Pemkab Mimika akan melanjutkan untuk pemasangan jaringan dan instalasi hingga ke rumah-rumah warga, namun perencanaan itu belum terealisasi hingga saat ini sebab tidak didukung oleh anggaran.

Ia menjelaskan, targetnya, sambungan jaringan air bersih bisa tersambung ke 50 ribu rumah warga di Timika dengan dukungan anggaran kurang lebih Rp 370 miliar, akan tetapi dana yang dikucurkan baru Rp 80 miliar dan itu sejak tahun 2014 silam.

Dari keseluruhan perencanaan, baru terealisasi kurang lebih 20 persen atau baru tersambung ke 1.000 rumah di wilayah Koperapoka.

"Kalau dukungan dana mencapai 200 Miliar atau minimal sambungan air bersih sudah tembus 17 ribu rumah, mungkin kita bisa selesaikan, sehingga subsidi dari Pemda tidak besar, akan  tetapi  dana yang dikasih sedikit," ujarnya.

Dia mengungkapkan, estimasi biaya operasional untuk pengoperasian air bersih dengan segala kebutuhannya dalam sebulan mencapai Rp 2 Miliar, dan dengan jumlah yang sangat besar, serta jika tidak ada feedback, maka akan terjadi pembengkakan anggaran.

"Kalau mau jalan berarti harus ada dukungan anggarannya, dan jika tidak ingin mengeluarkan dana besar maka harus ada kerjasama dengan pihak investor. Sebelumnya juga sudah ada investor yang masuk dari Singapura tapi mereka minta harus kerjasama dengan BUMD, tetapi itu belum juga terealisasi, dan sampai saat ini PTFI juga belum serahkan kepada pemerintah," ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas PUPR, Inosensius Yoga Pribadi, pada Senin (12/4/2021), juga mengungkapkan air bersih merupakan dambaan semua masyarakat Mimika dan masalah air bersih juga sudah pernah ditanya legislatif (DPRD) Mimika.

"DPRD sudah mempertanyakan itu mengapa dan alasannya kenapa, ya tentunya anggaran menjadi jawabannya. Mungkin selesai PON baru bisa berjalan karena ini pekerjaan besar yang akan kita lakukan.  Kita kerjakan dulu yang menjadi prioritas," tambahnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar