Mau Urus Paspor di Timika Bisa dari Rumah

Bagikan Bagikan
Sejumlah pegawai mengikuti senam pagi di halaman Kantor Imigrasi Mimika Kelas II TPI Mimika (Foto:Istimewa) 

SAPA (TIMIKA) - Pada masa pandemi Covid-19 ini, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika telah meluncurkan program unggulan ‘eazy pasport’, yang mana masyarakat yang mau mengurus paspor tidak harus datang  ke Kantor Imigrasi tapi bisa dilakukan dari rumah atau tempat kerja.

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika Agus Purwanto melalui Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Moch Dede Sulaiman kepada Salam Papua di Timika, Rabu (14/4/2021).

Ia mengatakan dalam program ini, jika pemohon paspor minimal 10 orang maka petugas Imigrasi yang akan mendatangi pihak pemohon.

“Apabila di pemerintahan, komunitas swasta, atau masyarakat yang mau pelesiran ke luar negeri secara berkelompok minimal 10 orang yang mau mengurus paspor bisa DM lewat akun-akun media sosial ada twitter, facebook atau bisa juga hubungi nomor HP  0811 4911 221. Nanti petugas kami yang datang ke rumah atau ke kantor,” kata pria yang akrab disapa Dede ini.

Dede menyebutkan, program ini juga untuk kelompok yang rentan dengan Covid-19, seperti Lansia jika membutuhkan pelayanan Paspor bisa langsung menghubungi nomor kontak maupun DM ke akun-akun media sosial Imigrasi Mimika.

“Jadi kelompok Lansia atau yang sakit rentan dengan pandemi (covid-19) ini bisa langsung hubungi kami, nanti petugas kami datangi,” ujarnya.

Dikatakan, sejak Januari hingga Maret 2021, pihak Imigrasi Kelas II TPI Mimika sudah menerbitkan 193 paspor dengan rincian 89 paspor elektronik dan 104 paspor biasa.

Sementara pada tahun 2020 lalu, diterbitkan 844 paspor dengan rincian 776 paspor biasa dan 68 paspor elektronik.

Kemudian penerbitan izin tinggal sejak Januari sampai Maret 2021 sebanyak 184 izin tinggal terbatas, 1 izin tinggal tetap dan 4 izin tinggal kunjungan keluarga.

Untuk penerbitan izin tinggal tahun 2020 lalu sebanyak 629 izin tinggal.

“Untuk pelayanan izin tinggal tahun 2020 kemarin lebih banyak izin tinggal terbatas, dan mayoritasnya yang bekerja di wilayah PT Freeport Indonesia. Kalau izin tinggal kunjungan keluarga tidak lebih dari 10 orang, misalnya pasangan suami atau istrinya di Timika. Tahun-tahun sebelumnya ada wisatawan juga yang mau ke Puncak Cartenz lewat Timika, tapi karena pandemi ini tidak ada wisatawan yang datang,” ujarnya.

Ia menjelaskan untuk paspor elektronik yang sudah diluncurkan pada akhir tahun 2020 lalu memiliki kelebihan dari paspor biasa yakni ada chip berisi data biometrik wajah dan sidik jari pemilik paspor elektronik.

Data ini membuat paspor tersebut hampir mustahil dipalsukan, sehingga lebih aman dan lebih dipercaya pihak imigrasi. Kelebihan lain yakni gratis visa ke Jepang selama 15 hari.

“Dengan paspor elektronik pengajuan visa kunjungan ke luar negeri akan lebih mudah mendapat persetujuan. Data pemilik paspor elektronik sangat akurat dan valid sehingga memudahkan pihak kedutaan negara lain untuk memverifikasi dan mengeluarkan visa,” terangnya.

Dede mengungkapkan biaya pengurusan paspor biasa Rp 350 ribu dan paspor elektronik Rp 650 ribu.

Prosedur pelayanannya, pemohon datang ke Kantor Imigrasi untuk foto dan wawancara kemudian diberikan resi dan resi itu digunakan untuk pembayaran di bank, kantor POS maupun secara online.

“Kita di Imigrasi sudah tidak ada loket pembayaran, jadi setelah pemohon menerima resi bisa ke bank untuk bayar, kita sudah kerja sama dengan hampir semua bank. Pembayaran juga bisa via ATM, mobile banking, Kantor POS atau melalui e-commerce di bukalapak dan tokopedia. Setelah pembayaran tiga hari kemudian paspor bisa diambil,” katanya.

Ia menambahan, pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Setiap pengunjung akan diperiksa suhu tubuhnya sebelum masuk dalam kantor, mencuci tangan dan wajib pakai masker. Untuk interaksi tetap harus menjaga jarak.

“Semua pegawai di Imigrasi Kelas II TPI Mimika ini sudah disuntik vaksin Covid-19, jadi masyarakat tidak perlu takut kalau mau ke Kantor Imigrasi,” pungkasnya.  (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar