Pemkab Izinkan Umat Islam di Mimika Shalat Tarawih Berjemaah Namun Patuhi Protokol Kesehatan

Bagikan Bagikan

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob (kedua dari kanan) dan Ketua MUI Kabupatenn Mimika, Ustad Muh. Amin, AR bersama pengurus sejumlah Ormas Islam di Mimika saat menghadiri acara Tarhib Ramadhan di gedung serba guna Mesjid Ar Rahman (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Meskipun masih dalam situasi pandemi COVID-19, Pemkab Mimika mengizinkan umat muslim melakukan shalat tarawih berjemaah.

Izin ini diberikan sesuai dengan surat edaran Menteri Agama Republik Indonesia nomor 03 tahun 2021 tentang panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri tahun 1441 Hijriyah 2021.

“Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama nomor 3 tahun 2021 maka Pemkab Mimika mengizinkan umat Muslim di Kabupaten Mimika melakukan shalat tarawih berjemaah di masjid dan juga nantinya shalat Idul Fitri di masjid maupun di lapangan,” kata Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutannya saat Tarhib Ramadan di gedung serba guna Mesjid Ar Rahman, Sabtu (10/4/2021).

Ia mengatakan, meskipun diizinkan namun ada sejumlah aturan yang harus dipatuhi, yakni fardu lima waktu, Shalat tarawih’ dan witir, tadarus Al-Qur’an, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/mushola dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Menjaga jarak aman satu meter antarjamaah dan setiap jamaah membawa sajadah dan mukena masing-masing,” ungkapnya.

Aturan lain, dia menambahkan, pengajian/ceramah/tausiyah/kultum Ramadan dan kuliah subuh paling lama dengan durasi waktu 15 menit. Peringatan Muzulul Quran di masjid/mushala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50 % dari kapasitas ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Jadi semua aturan ini sudah tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama dan wajib dijalankan seluruh umat Islam di Indonesia,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, Ustad Muh. Amin, AR, S.Ag, S.Pd, MM menegaskan bahwa seluruh umat Muslim di Mimika tidak boleh menolak divaksin.

“Kita semua harus divaksin untuk melindungi diri kita dan orang lain. Tidak ada larangan vaksin, saya sudah divaksin dua kali dan alhamadulilah sudah punya sertifikat vaksin,” ujarnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar