Pemkab Mimika dan Freeport Dukung Politeknik Amamapare Gelar Webinar Bahas Kualitas Air dan Potensi Banjir

Bagikan Bagikan

Tampilan zoom saat kegiatan webinar (Dok:SAPA)

SAPA (TIMIKA) – Politeknik Amamapare Timika yang didukung oleh PT. Freeport Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar webinar berskala nasional, Sabtu sore (10/4/2021).

Webinar yang merupakan bagian dari literasi digital ini juga didukung oleh organisasi Generasi Digital Indonesia (Gradasi) dan media online salampapua.com

Manager External Affairs PT. Freeport Indonesia (PTFI), Kerry Yarangga,SKM,M.Kes,MPH dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya dan menyambut baik atas kegiatan webinar tersebut.

“Saya mewakili PT. Freeport Indonesia ingin menyampaikan bahwa selama ini kontribusi PTFI ada di berbagai aspek, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan juga infrastruktur. Selain itu kontribusi PTFI juga ada dalam bentuk ‘goes to campus’. Kami senang sekali bisa terlibat dalam kegiatan webinar ini melalui salah satu narasumber kami yakni pak Pramuji,” ungkap Kerry.

Kerry berharap kegiatan serupa dapat kembali terlaksana dalam bentuk kerjasama dengan PTFI di tingkat lokal untuk membangun Kabupaten Mimika. Khususnya dengan Politeknik Amamapare Timika, dirinya mengaku senang dengan terjalinnya kerjasama sehingga terlaksananya webinar ini. Pihaknya melalui Corporate Communication PTFI tetap menanti adanya kerjasama-kerjasama selanjutnya di bidang pendidikan.

“Saya kira ini momen yang baik sekali, sehingga pencerahan seperti ini dalam keterlibatan kami (PTFI) bisa terjadi bukan saja di skala nasional, tapi juga di tingkat lokal. Saya kira kita semua tahu, dari media juga sering disampaikan, bahwa Mimika membutuhkan air bersih, bagaimana itu bisa terwujud, maka kerjasama dan kolaborasi dari berbagai pihak akan sangat dibutuhkan sekali,” ujarnya.

Kerry Yarangga saat memberi sambutan mewakili PTFI

Dari pihak Dewan Pengurus Pusat Generasi Digital Indonesia (DPP Gradasi) yang diwakili oleh Sekretaris Dewan Pengarah GRADASI PUSAT dan juga Wakil Ketua Bidang KADIN Jawa Barat, Zoelkifli M Adam,M.Pd mengatakan rasa syukurnya kegiatan webinar ini dapat terlaksana untuk menjawab persoalan-persoalan bangsa.

Dia juga menjelaskan terkaitnya hadirnya Gradasi di Indonesia yang mendukung tercapainya literasi bagi masyarakat dalam menggunakan teknologi dan informasi di berbagai sektor sebagai bentuk perwujudan program digitalisasi di Indonesia.

“Saya mewakili DPP Gradasi menyampaikan apresiasi melalui diskusi ini yang dapat menghasilkan solusi atas berbagai macam persoalan bangsa khususnya persoalan-persoalan yang menjadi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Mimika, Papua. Untuk itu kami (Gradasi) akan terus membangun kerjasama di semua daerah, baik dengan Pemerintah Daerah, Perguruan-Perguruan Tinggi, dan pihak swasta dalam upaya menjembatani kebutuhan-kebutuhan di daerah tersebut khususnya melalui program digitalisasi bagi masyarakat,” kata Zoelkifli.

Zoelkifli M. Adam saat memberi sambutan mewakili DPP Gradasi

Selanjutnya dalam sambutan dan sekaligus membuka kegiatan webinar tersebut, Direktur Politeknik Amamapare Timika, Herman Dumatubun,ST,MT mengungkapkan bahwa kegiatan webinar ini merupakan bagian dari pemenuhan Tri-Dharma Perguruan Tinggi dari dosen-dosen di Politeknik Amamapare Timika.

“Pada prinsipnya, sebagai akademisi dan sebagai Perguruan Tinggi, sudah menjadi tugas dan tanggungjawab kami untuk melakukan kajian-kajian sebagai implementasi Tri-Dharma Perguruan Tinggi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Herman.

Di samping itu, Herman juga menyampaikan, ungkapan terima kasihnya mewakili civitas akademika Politeknik Amamapare Timika kepada Pemkab Mimika dan PTFI yang dapat mendukung kegiatan webinar tersebut sehingga dapat terlaksana dengan baik. Selanjutnya ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Gradasi dan Salam Papua yang turut mendukung kegiatan webinar tersebut.

“Kami (Politeknik Amamapare Timika) berterima kasih kepada Pemkab Mimika yang mendukung kegiatan ini, khususnya kepada Bapak Wakil Bupati. Selain itu, kami juga berterima kasih kepada PTFI yang terus terang ini merupakan kegiatan pertama kami secara resmi bersama PTFI. Kami berharap ini menjadi awal yang baik untuk kemudian kami dapat berkomunikasi dan bermitra ke depan dengan PTFI dalam membangun SDM di Kabupaten Mimika ini,” ujarnya.

Direktur Politeknik Amamapare Timika, Herman Dumatubun saat memberi sambutan

Hadir sebagai Keynote Speaker pada webinar tersebut, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM juga turut memberikan apresiasi kepada Politeknik Amamapare Timika yang mengadakan webinar berskala nasional itu.

“Saya memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada Politeknik Amamapare yang mengadakan acara ini, di mana kita bisa bertukar pikiran terkait tema kajian kualitas air dan potensi banjir di Trans Nabire Mimika-Papua,” ujar Wabup Jhon.

Sehubungan dengan penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga di Mimika, seperti yang diungkapkan oleh Kerry Yarangga dalam sambutannya, menurut Wabup Jhon bahwa Pemkab Mimika bekerja sama dengan PTFI sudah melakukan investasi dengan nilai yang sangat besar, telah memasang pipa-pipa yang akan menyalurkan air bersih dan rencananya air itu bisa langsung diminum. Bahkan beberapa rumah warga sudah dipasang meteran air, dan pekerjaannya sudah setengah jalan, namun untuk menyalurkan air dari hulu tersebut untuk saat ini Pemkab Mimika sama sekali belum siap.

“Karena pengelolaannya ini memang kita membutuhkan penelitian, manajemen dan lain-lain untuk bisa mengelola air ini. Saat ini kalau pemerintah kelola akan rugi tiap bulan. Kita sudah investasi  mahal belum sempat pakai, kita  hitung-hitungan tapi ternyata  kita rugi besar sekali sehingga kita belum bisa mengoperasikan saat ini,” ungkapnya.

Wabup Mimika, Johannes Rettob saat menyampaikan materi

Akan tetapi, lanjut Wabup John, pemerintah saat ini sedang bekerja sama dengan investor-investor air minum agar bisa menyalurkan air bersih ini sampai ke rumah-rumah warga.

Dia mengatakan, selama ini semua rumah menggunakan air tanah yang dibor, ada wilayah yang bisa mendapat air bersih, ada yang warna merah, kuning kemerahan bahkan ada yang agak berminyak.

Setiap orang mengusahakan sendiri airnya untuk bisa dikonsumsi padahal kenyataannya air di Timika mengandung  zat besi cukup tinggi.

“Ini terjadi di masyarakat kita, hampir semua rumah tangga mencari sumur sendiri. Apakah air itu sudah dikaji dengan baik, sudah sehat atau tidak, saya rasa masyarakat tidak akan lakukan hal itu. Air yang dikonsumsi masyarakat itu sehat atau tidak kita tidak tahu. Makanya pemerintah terus berusaha agar di usia Kabupaten Mimika yang sudah 24 tahun ini paling tidak kita bisa beri kontribusi kepada masyarakat. Bukan lagi masyarakat  harus membor sendiri air, tapi pemerintah bisa menyalurkan air bersih yang sudah diuji secara klinis ke rumah-rumah warga. Webinar ini baru merupakan langkah awal, sebab ke depan saya berharap Politeknik Amamapare (sebagai salah satu pihak) bisa bekerja sama dengan Pemkab Mimika, mengkaji kualitas air yang dapat dikonsumsi masyarakat,” harapnya.

Webinar yang selenggarakan melalui aplikasi zoom dan ditayangkan secara live streaming di youtube menggunakan channel Politeknik Amamapare Timika ini diikuti dengan penuh antusias oleh lebih dari 100 partisipan, baik dari dalam maupun dari luar kota Timika.

Sebagai narasumber 1 pada kegiatan webinar ini adalah Abd. Rahim,ST,MT yang merupakan dosen Program Studi Teknik Pertambangan di Politeknik Amamapare Timika, dan narasumber 2 adalah Pramuji yang merupakan Superintendent Regional Hydrology PTFI. Sedangkan yang menjadi moderator adalah Jimmy Rungkat,M.Div,M.Th yang merupakan dosen di Politeknik Amamapare Timika dan sebagai Redaktur di media online salampapua.com. (Yosefina/Red)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar