Profil: Jonny R Tebay Kartini Masa Kini, Perempuan Papua Harus Sukses

Bagikan Bagikan

Jonny R. Tebay, akrab disapa Jenny (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Setiap perempuan di dunia ini sudah dikaruniakan berbagai talenta dari Tuhan, tinggal bagaimana mengembangkan talenta itu sebaik mungkin agar bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain.

Menjadi sukses bukan hal yang mustahil asalkan bekerja keras, tulus dan jujur. Prinsip ini yang selalu dipegang Jonny R Tebay, perempuan Papua yang kini sukses dalam karirnya sebagai ASN di Pemerintahan Kabupaten Mimika.

Berikut kisah hidup Jonny R Tebay, Kartini masa kini di Tanah Papua.

____________________________

JONNY R Tebay, kartini masa kini di Tanah Papua, sejak kecil ia bangga dilahirkan menjadi perempuan Papua dan bercita-cita menjadi perempuan Papua yang sukses dalam karir dan keluarga.

Apa yang dicita-citakan perempuan kelahiran Tangma, Wamena, 17 Juni 1983 ini terwujud, dimana ia kini memiliki keluarga kecil yang bahagia dan sukses dalam karirnya di pemerintahan.

Perempuan yang biasa disapa Jenny ini kini menduduki jabatan sebagai Kepala Seksi Pengembangan Kota dan Pemakaman, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Mimika.

Ia juga memiliki suami yang sukses berkarir di LIP PT Freeport Indonesia dan dikarunia tiga putra yang tampan.

Jenny yang dibesarkan dalam keluarga sederhana ini selalu semangat semasa sekolah, ia tidak merasa minder bergaul dengan teman-temannya yang lebih mewah kehidupannya.

Dia tetap percaya diri dan punya niat yang tulus menjadi perempuan sukses yang berguna bagi keluarganya dan orang lain.

Di tengah budaya yang masih menganggap perempuan sosok lemah, dan lebih pas berada di belakang dari pada di depan, Jenny tetap semangat. Budaya itu sama sekali tidak mematahkan semangatnya, ia tetap serius dalam belajar dan tidak pernah lupa bersyukur dan memohon pertolongan Tuhan.

Awalnya ia becita-cita menjadi perawat namun karena saat mengikuti tes di salah satu SMA Kesehatan di Jayapura tidak lolos, sehingga ia bersekolah di SMA Hikmah Yapis Jayapura. Saat itu juga ia sudah tidak berkeinginan lagi menjadi perawat.

Setelah lulus dari SMA tahun 2003, ia masuk di Universitas Cenderawasih Jayapura tanpa tes karena prestasinya yang gemilang di masa SMA.

Di salah satu Universitas Negeri di Papua itu, ia mengambil jurusan manajemen dan berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 2008.

Pada tahun 2011 ia lolos dalam penerimaan CPNS di Kabupaten Mimika dan mulai mengawali karirnya dengan sungguh-sunguh.

Ia tidak pernah main-main dalam bekerja. Setiap pekerjaan yang dibebankan kepadanya selalu dikerjakan dengan tulus, jujur dan penuh tanggung jawab.

Ia pun selalu berusaha bersikap ramah, sopan dan baik kepada siapapun, kepada bawahan sekalipun ia tetap ramah dan menghargai.

Jenny merasa sangat bersyukur untuk semua rejeki dalam keluarga dan karir yang ia terima saat ini.

Ia mengaku sangat bangga menjadi perempuan Papua. Dalam momen hari Kartini ini ia berpesan kepada semua perempuan Papua lainnya agar percaya diri dan harus mengembangkan talenta yang sudah Tuhan berikan.

“Kta semua ini dilahirkan dengan berbagai talenta, tinggal bagaimana kita mengelola dan mengambangkannya,” kata anak kedua dari lima bersaudara ini.

Ia mengatakan, perempuan Papua harus bangga dengan identitas dirinya, harus semangat, bekerja dengan jujur dan percaya diri.

“Tanah Papua ini sangat kaya, peluang untuk menjadi sukses sangat terbuka tinggal bagaimana kita berusaha. Untuk adik-adik yang masih sekolah belajar yang rajin, jangan malas supaya bisa menjadi tuan di tanah sendiri. Bisa sukses dan mandiri di Tanah sendiri,” kata putri dari Alm Martinus Tebai dan Martina Yeimo ini memberi motivasi. (Yosefina Dai Dore

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar