Selama Pandemi Covid-19, Kasus Perceraian di Mimika Meningkat 100 Persen

Bagikan Bagikan
Ruang Sidang Pengadilan Agama Mimika (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Selama masa Pandemi covid-19 ini, kasus perceraian di Kabupaten Mimika meningkat 100 persen.

Hal ini diungkapkan Ketua Pengadilan Agama Mimika, Supian Daelani. S.Ag, MH saat ditemui wartawan di Kantor Pengadilan Agama Mimika, di Jalan Yos Sudarso, SP1, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Mimika, Papua, belum lama ini.

Ia mengatakan, tahun sebelumnya dalam sebulan biasanya sekitar 15 perkara yang masuk di Pengadilan Agama, namun tahun ini meningkat sampai 30 perkara.

“Sejak Januari sampai Maret ini sudah 98 perkara yang masuk. Memang bukan hanya perkara perceraian, ada juga isbat nikah, izin poligami, asal-usul anak dan pengangkatan anak tapi lebih banyak itu perkara perceraian, baik itu cerai talak maupun cerai gugat,” kata Supian.

Dia mengungkapkan, ada beberapa hal yang menjadi alasan diajukannya perkara perceraian dari pihak yang berperkara, seperti masalah ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan dan sebagainya.

“Tapi yang lebih banyak itu masalah perselingkuhan,” pungkasnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar