Setahun Tidak Ada Petugas Kesehatan, Empat Ibu di Distrik Alama Melahirkan Dibantu Dukun

Bagikan Bagikan

Petugas kesehatan mengenakan pakaian layak pakai ke salah satu Lansia di Distrik Alama (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Tidak ada petugas kesehatan di Distrik Alama selama setahun sehingga empat ibu yang melahirkan di wilayah tersebut dibantu dukun.

Demikian diungkapkan Kepala Puskesmas Alama, Saulus Pokniangge,S.Kep,Ns kepada Salam Papua di Timika, Papua, Rabu (28/4/2021).

Ia mengatakan, empat ibu tersebut dibantu dukun beranak yang merupakan mitra dari bidan di wilayah Puskesmas Alama.

“Jadi empat ibu itu melahirkan secara normal dibantu dukun beranak yang memang menjadi mitra bidan di Puskesmas Alama. Selama ini sudah ada pendampingan dari bidan kepada dukun beranak, jadi dengan peralatan seadanya dukun menolong ibu partus normal, ibu dan bayinya sehat dan selamat,” ujarnya.

Dirinya mengetahui hal tersebut saat ia bersama tenaga kesehatan lainnya kembali ke tempat tugas pada tanggal 15 April lalu.

Sesampainya di sana mereka melakukam pelayanan kesehatan dan mendapat laporan dari dukun dan warga seperti itu. 

Petugas kesehatan pun memeriksa kondisi ibu yang baru melahirkan dan bayinya.

“Mereka sehat dan tidak ada masalah,” ungkapnya.

Saulus menjelaskan, ia bersama petugas kesehatan lainnya selama setahun tidak berada di Puskesmas Alama karena masalah keamanan.

“Karena ada gangguan keamanan jadi kami kembali ke Timika. Selama setahun tidak ada petugas kesehatan di Alama tapi sekarang kondisi sudah aman kami pergi lagi ke Alama tanggal 15 April lalu,” ujarnya.

Dikatakan, ada dua tim petugas kesehatan yang bertugas di Puskesmas Alama. Sesuai rencana tim pertama akan bertugas di Alama selama dua bulan kemudian kembali ke Timika dan diganti oleh tim kedua yang juga selama dua bulan begitu seterusnya.

Akan tetapi obat-obatan yang dibawa untuk keperluan dua bulan habis hanya dalam waktu dua minggu, sehingga petugas kesehatan terpaksa kembali ke Timika.

“Pasien banyak sekali yang datang di luar dari perkiraan kami jadi dua minggu saja obat habis. Kami semua kembali ke Timika nanti  Bulan Mei minggu kedua kami balik lagi ke Alama,” ujarnya.

Dikatakan selama dua minggu di Alama selain melayani masyarakat yang datang berobat dilakukan juga Posyandu Lansia dan Balita.

“Di Alama ada 80-an Balita dan 20-an Lansia. Kami berikan layanan kesehatan dan memberikan edukasi pola hidup sehat. Pelayanan kami lakukan di Puskesmas, tapi ada satu Lansia yang sudah tidak bisa jalan jadi kami datang ke rumahnya untuk memeriksa kesehatannya dan memberi pakaian layak pakai hasil sumbangan kami tenaga kesehatan Puskesmas Alama,” katanya.

Dia menambahkan, selama pelayanan kesehatan 2 minggu diketahui ada 46 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut.

“Itu kasus tertinggi di sana dan kami kasih obat, sekarang warga sudah sehat. Ada juga malaria enam kasus dan beberapa kasus lain. Tapi untuk malaria bukan kasus endemik tapi kasus impor jadi orang yang lama tinggal di Timika lalu pergi ke Alama dan sakit Malaria di Alama,” pungkasnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar