Sudah Diuji Loka POM, Takjil di Timika Aman Dikonsumsi

Bagikan Bagikan
Sejumlah orang membeli takjil di Jalan Budi Utomo Timika belum lama ini (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Hampir semua menu takjil yang dijual di Timika dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

Hal ini disampaikan Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Mimika, Lukas Doso Nugroho saat dihubungi Salam Papua via telepon seluler, Rabu (28/4/2021).

Lukas mengatakan, pihaknya sudah melakukan tes secara acak di sejumlah pusat penjualan takjil seperti di depan Masjid Agung Babussalam, Jalan  Budi Utomo dan tempat-tempat penjualan takjil yang lain.

“Jadi kami ambil 52 sampel takjil secara acak dan uji cepat menggunakan alat tes sederhana. Hasil tes kami semua takjil yang dijual memenuhi syarat aman dikonsumsi,” katanya.

Dia menjelaskan, pengujian yang dilakukan berfokus pada empat bahan kimia yakni formalin, borax, dan dua perwarna tekstil yaitu rhodamin B dan Methanill Yellow.

Untuk formalin, lanjut Lukas, biasa digunakan pada tahu, pentolan dan takjil yang berbahan baku daging, sementara borax biasa digunakan pada lemper dan gogos.

Kemudian rhodamin B biasa digunakan pada minuman atau kue-kue yang berwarna merah dan pink, dan methanill yellow biasa digunakan juga pada minuman dan kue-kue yang berwarna kuning.

“Empat zat kimia berbahaya untuk manusia tapi saat melakukan pemeriksaan kami tidak menemukan kandungannya, semuanya aman,” ujar Lukas.

Menurut dia, uji sampel takjil ini merupakan bagian dari program intensifikasi yang sudah dilakukan Loka POM Mimika pada tahap ketiga.

Dalam kegiatan ini, Loka POM Mimika menggandeng Dinas Kesehatan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika.

“Jadi menjelang lebaran ini kita lakukan enam tahap intensifikasi. Tiga tahap kita lakukan dalam kota Timika, kita lakukan pemeriksaan di distributor, toko besar, sedang dan toko kecil termasuk penjual takjil,” ungkapnya.

Dijelaskan, untuk pemeriksaan dilakukan secara mendalam sehingga dalam sehari hanya dilakukan di empat sampai lima sarana.

Pemeriksaan lebih difokuskan pada produk-produk yang kedaluwarsa, tanpa izin edar dan rusak.

Dalam pemeriksaan yang sudah dilakukan di 19 sarana ditemukan 10 sarana tidak memenuhi ketentuan. 

“Jadi 10 sarana yang tidak memenuhi ketentuan ini mereka menjual pangan kemasan kaleng yang rusak atau berkarat, bahan pangan yang kadaluwarsa dan tanpa izin edar.  Saat itu juga pemilik atau penjual harus memusnahkan produk yang tidak memenuhi ketentuan disaksikan langsung oleh kami petugas yang melakukan pemeriksaan, dan kami berikan surat peringatan,” tuturnya.

Kemudian untuk intesifikasi tahap ke empat sedang dilakukan di Kabupaten Nduga dan Asmat yang merupakan wilayah kerja Loka POM Mimika.

“Untuk intensifikasi tahap ke empat ini sedang berjalan dan belum ada rekapan,” tutupnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar