Sudah Pindah Tugas, Berikut Alasan 3 ASN Masih Tempati Rumah Guru SD YPPK Santo Linus Ipaya

Bagikan Bagikan

Sekretaris Dinas Pendidikan, Marten Kanna (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Marten Kanna mengatakan tiga guru ASN yang masih menempati rumah guru di kompleks SD YPPK Santo Linus Ipaya, di Kampung Paripi karena masih mengemas barang-barangnya untuk persiapan pindah ke kota.

Hal ini disampaikan Marten Kanna saat ditemui Salam Papua di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jalan Poros SP5, Timika, Papua, Jumat (16/4/2021).

Menurut dia, 3 guru tersebut sudah menerima SK dipindahtugaskan ke SD Inpres Sempan Barat di Jalan Samratulangi pada Bulan Februari tahun 2020 dan mereka sudah melapor diri ke sekolah yang baru.

Hanya saja saat ini mereka ke Kampung Ipaya, Distrik Amar untuk mengemas barang-barangnya untuk dibawa kembali ke Timika.

“Saya sudah cek ke Kepala Sekolah SDN Sempan Barat, tiga guru ini sudah melapor dan mereka izin balik ke Ipaya untuk mengemas barang-barangnya. Mereka sudah bertahun-tahun di situ bahkan ada yang lebih dari 10 tahun,” kata Marten.

Ia mengungkapkan, sebenarnya ada 4 guru yang ada di sekolah milik YPPK tersebut hanya saja salah satu guru diminta masyarakat untuk menjadi Kepala Sekolah TK Negeri Ipaya.

“Itu permintaan masyarakat. Sebenarnya masyarakat juga ingin ada SMP di sana tapi belum bisa kita wujudkan karena masih terkendala lahan. Aturan untuk bangun sekolah negeri sekarang kalau sudah ada pembebasan lahan,” ujarnya.

Marten menjelaskan, hal ini menanggapi postingan dari akun facebook ‘INFO WARGA MIMIKA’, Kamis malam (15/4/2021).

Dalam postingan itu dikatakan kegiatan persekolahan di SD YPPK St Linus Ipaya  mengalami kendala, karena dihalangi beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dimaksudkan dengan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yakni guru-guru PNS. Ia pun menyebutkan inisial dari guru-guru itu YI, MS, dan HP.

Pemilik akun itu juga menulis guru-guru PNS sudah menerima SK pindah tugas pada Bulan Juli 2020.

Keberadaan mereka yang masih menempati rumah-rumah guru membuat guru-guru YPPK tidak bisa ke Ipaya dan kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi terhambat.

Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Tillemans Keuskupan Timika, John Giyai saat dihubungi tadi siang membenarkan masalah yang diposting di akun facebook INFO WARGA MIMIKA.

Bahkan ia menegaskan perumahan guru yang ditempati guru-guru ASN itu harus dibongkar karena tanah itu milik yayasan. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar