Tahun Depan Seluruh Wilayah Mimika Sudah Harus Ada Listrik

Bagikan Bagikan
Wabup Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM menegaskan bahwa seluruh wilayah di Kabupaten Mimika sudah harus ada listrik pada tahun depan.

Hal ini disampaikan Wabup John saat ditemui Salam Papua di lobi Hotel Grand Tembaga, Timika, Papua, Kamis siang (22/4/2021).

Ia mengatakan, program Mimika terang harus tuntas pada tahun 2022 mendatang.

“Artinya 133 kampung terang, 19 kelurahan harus terang,” kata Wabup John.

Ia mengungkapkan, untuk menyukseskan program Mimika Terang ini, pihaknya akan meresmikan listrik masuk 6 kampung di Distrik Mimika Barat.

“Jadi nanti dengan diresmikan listrik masuk di enam kampug itu berarti di Mimika Barat tinggal satu kampung yang belum nikmati listrik,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk Distrik Mimika Tengah masih ada satu kampung yang belum masuk listrik, sementara Mimika Barat Jauh akan segera masuk listrik dengan sumber energinya dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Kemudian untuk Distrik Agimuga, petugas PLN sudah menginstalasi jaringan ke rumah-rumah warga hanya saja masih ada masalah-masalah kecil yang segera diselesaikan.

Untuk Distrik Amar sebentar lagi juga akan diresmikan listrik masuk di 6 kampung, kemudian Distrik Jila dan Hoeya akan segera masuk spell atau sumber tenaga listrik berbasis baterai.

Selanjutnya, Kampung Banti, Tsinga dan Aroanop akan menggunakan listrik dengan sumber energi mikrohidro.

“Kami sudah sarankan Freeport melakukan kerja sama dengan PLN, supaya PLN melakukan pengopersian di tiga kampung di Tembagapura ini,” ujarnya.

Sedangkan untuk Distrik Mimika Timur Tengah sudah ada dua mikrohidro di sana yang dibangun oleh LPMAK dan Pemkab Mimika namun saat ini dalam kondisi mati.

“Kita mau program untuk hidupkan kembali supaya kita serahkan kepada PLN untuk pengoperasian,” ujarnya.

Akan tetapi, kata John, untuk Distrik Jila saat ini sudah ada PLTA hanya saja sumber PLTA ini hanya bisa menerangi tiga kampug, sementara di sana ada 10 kampung.

“Nanti tujuh kampung kita mau serahkan kepada PLN. Kemudian untuk Mimika Tengah, Mimika Barat tengah yaitu Kapiraya dan lain-lain serta Distrik Alama, Hoeya dan kampung-kampung lain yang belum masuk listrik kita upayakan semua terang di tahun 2022,” katanya.

Sementara itu untuk jaringan komunikasi, lanjut John, tinggal lima distrik yang belum masuk jaringan komunikasi yakni Distrik Alama, Hoeya, Mimika Barat Tengah, Amar dan Mimika Timur Jauh.

“Itu baru di ibukota distrik, kita akan melaksanakan pembangunan selanjutnya ke kampung-kampung. Ini kami lagi lakukan kerja sama dengan PT Telkomsel, mungkin pemerintah tanggung apa Telkomsel tanggung apa, kita kerja sama,” ujarnya.

Tujuan dari pengembangan jaringan komunikasi ke kampung-kampung, kata John, untuk mendekatkan pelayanan pembangunan sampai di tingkat distrik.

Terutama untuk pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) dan bantuan  sosial, itu yang paling utama dan pasti untuk komunikasi-komunikasi pemerintahan.

“Jadi urus KTP dan bantuan sosial masyarakat di kampung-kampung tidak harus ke Timika. Masa ambil bantuan pangan non tunai Rp 200ribu masyarakat harus bolak-balik Potowaiburu Timika, justru biaya transportasi lebih mahal dari bantuan yang diterima,” ujarnya.

Untuk itu, John mengungkapkan, Pemkab Mimika berencana bekerjasama dengan bank, agar layanan transaksi tunai maupun non tunai bisa dilakukan di kios-kios di kampung.

“Contohnya seperti BRILink itu, Bank Papua juga sudah keluarkan sistem seperti itu jadi tinggal masyarakat ambil Bantuan Pangan non tunai di situ,” ujarnya.

Dia menambahkan, di Timika sudah tersebar 53 CCTV di jalan-jalan namun masih di wilayah kota. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar