Tidak Ada Balai Kampung, Kegiatan Pemerintahan di Diola Selalu Digelar di Lapangan

Bagikan Bagikan
Kegiatan pemerintahan Diola yang dilaksanakan di lapangan, karena tidak ada balai kampung (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Kampung Diola 2 Distrik Jila Mimika, Simon Deikme mengaku bahwa lantaran tidak ada balai desa, kegiatan pemerintahan selalu dilakukan di lapangan terbuka ataupun di bawah pepohonan.

“Kampung itu sudah dibentuk tahun 2007, tapi sampai  saat ini sama sekali tidak ada balai kampungnya,” ungkap Simon saat ditemui di salah satu hotel, Kamis (29/4/2021).

Bukan hanya balai kampung, di Diola juga tidak mempunyai Pustu untuk layanan kesehatannya, sehingga banyak warga yang sakit harus ke ibu kota Distrik.

“Makanya beberapa waktu lalu saya sudah sampaikan ke media bahwa ada warga saya yang meninggal karena malaria dan tidak cepat ditolong tim medis. Bagaimana Pustunya tidak ada,” jelasnya.

Demikian pun dengan persoalan pendidikan bagi anak-anak, dimana di kampung tersebut tidak memiliki gedung sekolah. Di satu sisi Anak-anak terkendala untuk pergi sekolah ke ibu kota Distrik lantaran tidak adanya jembatan penyeberangan kalau yang besar. Untuk penerangan juga belum tersedia.

“Listrik itu hanya di distrik saja. Kekurangan itu semua sudah terlalu sering kami naikan saat Musrenbang dari tahun ke tahun, tapi tidak diakomodir,” tuturnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar