Tidak Ada Lagi Transaksi Tunai di dalam Gedung Pengadilan Agama Mimika

Bagikan Bagikan
Supian Daelani, S.Ag, MH (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Untuk membangun zona integritas, Pengadilan Agama Mimika akan meluncurkan aplikasi ‘Transparansi Panjar Biaya Perkara (Papa Baper)’, agar tidak ada lagi transaksi tunai di dalam gedung Pengadilan Agama.

Demikian diungkapkan Ketua Pengadilan Agama Mimika, Supian Daelani, S.Ag, MH di Kantor Pengadilan Agama Mimika, Senin (12/4/2021).

Dia menjelaskan, nanti dengan hadirnya aplikasi ini pihak yang berperkara akan mengakses aplikasi Papa Baper dan biaya panjar perkara dikirim langsung ke BRI.

“Jadi tidak ada lagi transaksi tunai di gedung pengadilan ini untuk mengurangi bahkan menghilangkan para calo perkara. Sehingga tidak ada lagi calo perkara yag bisa minta sekian juta,” ujarnya.

Dikatakan, setelah membayar biaya panjar, pihak Pengadilan Agama akan berkoordinasi dengan BRI,  sementara sisa biaya panjar juga akan dikembaikan melalui regulasi elektronik online.

“Jadi  itu adalah bentuk pembangunan zona integritas yang sekarang lagi dibangun oleh Mahkamah Agung,” katanya.

Ia mengatakan, di Pengadilan Agama semua pelayanan akan berbasis elektronik, dalam hal ini penerimaan perkara, pembayaran, pemanggilan sampai kepada persidangan secara elektronik.

Menurutnya dalam pendataan perkara secara elektronik bisa menekan panjar biaya perkara hampir 50 persen.

“Biasanya dalam kota mencapai Rp 750ribu sampai Rp 800 ribu, tapi kalau menggunakan sistem elektronik hanya Rp 350ribu,” ucapnya.

Menurutnya, selain Papa Baper, pihaknya juga akan meluncurkan aplikasi Sapa Meno, dengan adanya aplikasi ini masyarakat tidak perlu datang berbondong-bondong ke Pengadilan Agama tapi cukup membuka aplikasi dan  menanyakan berbagai persyaratannya di situ.

“Kami akan meluncurkan aplikasi Sapa Meno untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat.  Nanti kalau mau ke Pengadilan Agama masyarakat hanya membawa berkas saja. Tidak perlu ke pengadilan berulang kali menanyakan persyaratan  apapun yang berkaitan  dengan perkara yang mau dilanjutkan. Tanya jawab bisa dilakukan melalui e-mail,” tuturnya.

Supian menambahkan, pelayanan Pengadilan Agama Mimika dilakukan juga secara berkeliling ke pelosok-pelosok.

“Kami keliling ke SP6, SP7, SP5, bukan hanya melakukan persidangan di sana tapi juga menerima perkara. Biasanya ada dua tim menggunakan dua mobil ke sana, ada tim yang menyidangkan dan ada yang mendaftarkan perkara. Jadi mungkin Pemerintah Kabupaten bisa bantu urusan mobilisasi kami untuk melayani masyarakat Mimika,” tuturnya.

Sidang keliling tersebut, lanjut dia, dilakukan untuk menekan biaya perkara.

“Misalnya biaya perkara satu setengah juta rupiah, tapi kalau metode sidang keliling hanya Rp 750ribu rupiah,” pungkasnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar