Tidak Diculik, Junaidi Lolos dari Tembakan KKB dan Dua Jam Sembunyi di Semak-Semak

Bagikan Bagikan
Junaidi Arungsulele (Foto:SAPA/Acik) 

SAPA (TIMIKA) – Junaidi Arungsulele yang merupakan Kepala SMPN I Julukpma distrik Beoga mengaku dirinya tidak diculik KKB, tetapi hanya bersembunyi di semak-semak selama kurang lebih dua jam untuk menyelamatkan diri dari kejamnya KKB yang telah merenggut nyawa dua guru honor yaitu Yonatan Renden dan Octavianus Roya.

“Kalau misalnya ada informasi bahwa saya diculik, itu tidak benar. Itu karena mungkin aparat keamanan tidak temukan saya di TKP penembakan almarhum Yonatan. Intinya saat bunyi tembakan pertama, saya sudah lari ke arah kanan jauh dan sembunyi di semak-semak,” ungkapnya kepada awak media saat menghantar jenazah Yonatan dan Octovianus di RSUD Mimika untuk divisum, Sabtu (10/4/2021).

Dirinya sempat bersembunyi di rumah warga, akan tetapi lantaran merasa tidak nyaman akhirnya ia berlari ke semak-semak di pinggiran jalan, sehingga ketika tim aparat keamanan yang menjemput jenazah Yoanatan melintas, dirinya pun bersuara dan keluar dari semak-semak dan ikut menumpang untuk selanjutnya berlindung di Koramil.

Diceritakan bahwa Almarhum Yonatan ditembak di depan rumah tinggalnya saat mengambil terpal yang rencananya untuk membungkus peti jenazah almarhum Octavianus yang telah ditembak KKB satu hari sebelumnya. Namun, usai mengambil terpal dan hendak kembali ke tempat jenazah Octavianus disemayamkan, KKB telah berada di depan rumah dan langsung menembak Yonatan dua kali mengenai dada kiri dan kanan.

Junaidi mengaku bersyukur, seketika itu juga ia lolos lantaran kabur menyelamatkan diri. Ia tidak sempat melihat adanya orang lain di sekitar TKP, karena ketika dengar bunyi tembakan yang pertama, dirinya langsung melarikan diri.

“Saya dengan almarhum Jhonatan, tinggal serumah. Yonatan ditembak di depan rumah kami. Saat mengambil terpal untuk bungkus peti jenazah Octovianus, karena sudah mulai mengeluarkan aroma yang darah yang membusuk. Saat terkena tembakan pertama, almarhum Jhonatan sempat berusaha lari, tapi akhirnya ditembak lagi kedua kalinya dan terjatuh,” ujarnya sambil beruraian air mata.

Junaidi mengatakan, ia tidak mengetahui secara pasti  kronologis penembakan Octovianus lantaran tempat tinggal yang berjauhan, dimana tempat tinggal almarhum Octovianus berada di lokasi sekolah tempat istrinya mengajar yaitu SMPN I Beoga. Sedangkan, ia bersama almarhum Jhonatan tinggal serumah, tetapi agak jauh dari lokasi sekolah.

“Berdasarkan cerita, saat Octovianus ditembak itu dengan cara dikepung,” jelasnya.

Menurutnya, almarhum  Yonatan Renden merupakan tenaga  honorer yang telah mengabdi selama dua tahun di SMPN I Julukpma distrik Beoga, sedangkan Octavianus Roya selama 10 tahun di SD Inpres Kemalbet Jambul Beoga.

Iapun menjelaskan bahwa hingga hari ini berdasarkan informasi, ada empat kopel perumahan guru yang dibakar dan satu gedung yang rencananya akan dijadikan sebagai gedung SMA.

Yonatan Renden merupakan tenaga pendidik honorer yang telah mengabdi selama dua tahun di SMPN I Julukpma distrik Beoga menjadi korban penembakan tanggal 9 April. Sedangkan Octavianus Roya merupakan  tenaga pendidik honorer yang telah mengabdi  di SD Inpres Kemalbet Jambul dan menjadi korban penembakan tanggal 8 april.

Junaidi mengisahkan bahwa almarhum Octovianus dan Yonatan serta guru-guru lainnya sangat dekat dengan masyarakat, akan tetapi tidak pernah dibayangkan akan adanya insiden penembakan hingga merenggut nyawa tersebut.

“Sebelum penembakan dua almarhum ini, situasi di Beoga aman-aman saja. Kita juga tidak tahu, sampai terjadi seperti ini,” tuturnya.

Selanjutnya ia berharap agar secepatnya ada kesepakatan keluarga, baik dalam hal pemulangan jenazah ke Toraja ataupun akan dimakan di Timika. Sebab, untuk jenazah almarhum Octovianus sudah tidak bisa lagi bertahan berlama-lama.

“Almarhum Octovianus itu kampungnya di Taparan dan yang Yonatan dari kampung Toya'asakung. Mudah-mudahan bisa dipulangkan secepatnya dan cukup disemayamkan satu malam saja di Timika,” jelasnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar