Willem Wandik: Kabupaten Puncak Milik PDIP

Bagikan Bagikan
Kiri ke kanan, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Papua yang juga sebagai Sekretaris  DPC PDIP Puncak, Mega MF Nikijulu SH, Bupati Kabupaten Puncak yang juga sebagai Bendahara DPD PDIP Provinsi Papua, Willem Wandik, Ketua Plh DPD PDIP Provinsi Papua, Ignasius Hasim, Ketua DPC PDIP Kabupaten Puncak, Simon Haborsi dan Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Puncak, Manase Wandik yang juga sebagai Bendahara DPC PDIP Kabupaten Puncak  saat hendak memukul tifa sebagai tanda secara resmi dibukanya Rakercab DPC PDIP Kabupaten Puncak Periode 2019-2024 (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Kabupaten Puncak diklaim oleh Bendahara Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDIP Provinsi Papua, Willem Wandik, sebagai milik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Pernyataan ini disampaikan Willem untuk memberi semangat kepada pengurus dan kader Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP Puncak agar bekerja dengan semangat supaya PDIP kembali mendapat kursi di DPRD Puncak, DPRD Provinsi Papua dan DPR RI pada periode 2024-2029 mendatang.

“Jadi menyongsong Pemilu 2024 nanti, pengurus dan kader DPC PDIP Puncak harus bekerja mulai sekarang. Untuk Pengurus Anak Cabang di 25 distrik segera rekrut kader, giat melakuan sosialisasi visi dan misi partai, supaya Puncak kembali menjadi basis PDIP pada periode 2024-2029 mendatang,” ujar Willem saat Rapat Kerja Cabang (Rakercab) DPC PDIP Kabupaten Puncak Periode 2019-2024 dalam penyesuaian struktur organisasi dan personalia PDI Perjuangan Kabupaten Puncak di Hotel Grand Tembaga Timika, Jumat siang (23/4/2021), yang dibuka secara resmi oleh Ketua Pelaksana Harian (Plh) DPD PDIP Provinsi Papua, Ignasius Hasim yang ditandai dengan pemukulan tifa.

Dalam kegiatan yang diikuti pengurus dan kader-kader DPC PDIP Puncak, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Papua yang juga sebagai Sekretaris DPC PDIP Puncak, Mega MF Nikijulu SH, Ketua DPC Kabupaten Puncak, Simon Haborsi dan Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Puncak, Manase Wandik yang juga sebagai Bendahara DPC PDIP Kabupaten Puncak ini, Willem mengatakan untuk memenangkan Pemilu tidak perlu melakukan kecurangan.

“Kader PDIP dituntut dengan jujur, PDI memang beberapa periode di Puncak ini tidak melalui cara curang. Kalau tidak jujur hasilnya pasti tidak bagus,” ujarnya.

Dikatakan pada periode 2014-2019 lalu PDIP menang di Kabupaten Puncak dan pada periode 2019-2024 juga sama PDIP kembali memperoleh suara terbanyak di Puncak.

Semua kemenangan itu bisa terjadi karena sistem dalam partai yang mengutamakan kepentingan rakyat.  

“Di DPD dan DPP semua pengurus dan kader sudah mulai bekerja keras jadi kita di DPC juga harus bekerja keras menyongsong Pemilu 2024-2029 nanti dengan tetap mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap karya kita,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Plh DPD PDIP Provinsi Papua, Ignasius Hasim dalam sambutannya mengatakan kegiatan itu lebih difokuskan untuk mengevaluasi struktur  kepengurusan DPC PDIP Kabupaten Puncak.

Hal ini tidak hanya dilakukan di Puncak tapi di seluruh Indonesia sesuai Instruksi DPP nomor 01 tahun 2020.

“Sebenarnya untuk evaluasi ini tanpa harus melibatkan pengurus DPD, cukup teman-teman di tingkat DPC tapi ketika diberi ruang, kesempatan waktu kepada teman-teman DPC belum juga dilaksanakan maka DPP memerintahkan kepada DPD untuk melakukan proses pendampingan kepada DPC-DPC untuk menggelar rapat evaluasi struktur kepengurusan,” terangnya.

Ia berharap proses evaluasi ini berlaku berjenjang, DPC akan melakukan evaluasi struktur kepengurusan untuk tingkat PAC, sehingga Ketika struktur pengurus yang memang tidak aktif maka akan dievaluasi pada kesempatan ini.

“Tadi Pak Bupati menyebut sejumah nama menjadi potensi yang akan menggerakkan kekuatan  masyarakat Kabupaten Puncak sehingga pada Pemilu 2024 PDIP Perjuangan Kabupaten Puncak akan menjadi pemenangnya,” ujarnya.

Menurut Ignasius, Kabupaten Puncak dari Pemilu ke Pemilu selalu menyumbangkan kursi tidak hanya  di tingkat kabupaten tapi juga untuk DPRD Papua dan DPR RI. Ini menunjukan bahwa masyarakat Kabupaten Puncak sejatinya memiliki  pilihan politik bersama-sama dengan PDI Perjuangan.

“Kita harus pertahankan ini. Ketika kita tidak bekerja menggerakkan masyarakat, mengayomi mereka untuk bisa bersama-sama dengan PDI Perjuangan maka orang lain akan tarik itu keluar. Untuk itu momen dan kesempatan ini kita saling menyemangati,” ungkapnya.

Ia mengatakan, PDIP Perjuangan juga tidak hanya melayani masyarakat Puncak selama 10 tahun berjalan, tapi setelah selesai kepemimpinan di DPRD maupun kepala daerah, harus ada kader baru PDIP yang menggantikan sehingga program  kerja semangat pelayanan kepada masyarakat bisa berkelanjutan.

“Maka pada kesempatan ini perlu kita evaluasi struktur kepengurusan sehingga salah satu target Pemilu 2024 PDIP kembali memperoleh kemenangan. Jadi ketua-ketua PAC harus mulai bekerja mencari dukungan masa yang besar karena kita membutuhkan itu,” tuturnya. (YOSEFINA/P)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar