Batas Daerah GKII Klasis Mimika Tengah Sudah Ditentukan

Bagikan Bagikan
Ketua GKII Wilayah Pegunungan Tengah Papua, Pendeta Niko Waker saat mendoakan tim beserta pengurus Pemekaran GKII Klasis Mimika Tengah di Gereja GKII, Jemaat Tiberias, SP2, Klasis Kwamki Lama, Timika, Papua (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Pengurus GKII Klasis Mimika telah menentukan batas daerah klasis Mimika Tengah dalam rapat yang digelar di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Tiberias SP2, Klasis Kwamki Lama, Timika, Papua, Jumat (14/5/2021). 

Dalam rapat yang dipimpin Ketua GKII Wilayah 2 Pegunungan Tengah papua, Pendeta Niko Waker itu, ditentukan batas daerah Klasis Mimika Tengah yakni Daerah Timika Kota mulai dari Timika Kota sampai Jembatan kali Selamat Datang di SP2, Daerah Kwamki Lama mulai dari Kwamki Narama sampai Jembatan kali Selamat Datang SP2, dan batas daerah Iwaka mulai dari Distrik Iwaka sampai Kuala Kencana.

“Jadi kita sudah tentukan batas daerah. Langkah selanjutnya melengkapi administrasi agar Klasis Mimika Tengah segera sah secara administratif,” ungkap Sekretaris Tim Pemekaran Klasis Mimika Tengah, Pendeta Deteminus Beanal,M.Th usai rapat.

Dia mengatakan, dalam rapat itu disepakati juga tim serta Ketua dan Badan Pengurus Klasis Mimika Tengah.

“Jadi kami panitia mengundang Ketua Klasis GKII Timika kota, Ketua Daerah Kwamki  Lama, dan ketua Daerah Iwaka untuk menyepakati batas daerah Klasis Mimika Tengah serta menyepakati tim, ketua serta badan pengurus pemekaran Klasis Mimika Tengah. Sudah disepakati juga semua proses persiapan  selama 10 bulan untuk pengesahan Klasis Mimika Tengah secara administratif. Nanti tim dan badan pengurus juga akan menentukan lokasi untuk pembangunan Kantor Klasis Mimika Tengah,” ujarnya.

Sebelum rapat itu dimulai, dilakukan ibadah singkat yang dipimpin oleh Ketua GKII Wilayah 2 Pegunungan Tengah Papua, Pendeta Niko Waker.

Setelah rapat Pendeta Niko mendoakan dan mengurapi tim yang akan mempersiapkan pemekaran Klasis Mimika Tengah yakni, Pendeta John Gobay,M.Th, Pendeta Yosafat Kum, Pendeta John Kum dan Pendeta Deteminus Beanal,M.Th.

Rencana pemekaran Klasis Mimika Tengah itu mendapat dukungan penuh dari Kepala Suku Amungme, Jem Mum, Yoap Beanal dan Yohanes Kum serta Yohanes Magai. 

Kepala Suku Amungme Yohanes Kum saat menyampaikan sambutan saat acara bakar batu (kiri), Pembagian daging babi bakar batu kepada jemaat dan undangan yang hadir (kanan) (Foto:SAPA/Yosefina)

Dalam kegiatan rapat yang dihadiri jemaat dari GKII Klasis Mimika Daerah Timika Kota, Kwamki Lama dan Daerah Iwaka, serta sejumlah masyarakat dari Kampung Tsinga, Distrik Tembagapura ini dilakukan juga acara bakar batu dengan memotong lima ekor babi.

“Jadi dalam acara bakar batu ini sumbangan sukarela dari jemaat. Kami panitia berterimakasih kepada semua jemaat yang telah memberikan sumbangan sehingga acara ini berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Kepala Suku Amungme, Yohanes Kum dalam sambutannya pada acara bakar batu mengatakan, pihaknya sangat mendukung pemekaran Klasis Mimika Tengah. Ia berharap tim yang telah disepakati bisa bekerja dengan maksimal agar dalam 10  bulan semua proses bisa selesai, sehingga Klasis Mimika Tengah bisa segera disahkan secara administratif.

“Kami harap dalam 10 bulan ini semua proses berjalan lancar agar Klasis Mimika Tengah bisa disahkan secara administratif,” ujarnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar