Buka Puasa Bersama Insan Pers di Mimika, Dandim Minta Maaf Jika Tidak Merespon Saat Dikonfirmasi

Bagikan Bagikan

Dandim 1710/Mimika saat menyampaikan sambutannya di hadapan insan pers di Timika (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Saat menggelar silaturahmi sekaligus berbuka puasa bersama insan pers di Timika, Selasa (4/5/2021), Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf. Yoga Cahya Prasetya memohon maaf jika sesewaktu tidak merespon saat wartawan meminta klarifikasi atas kejadian tertentu kepadanya via pesan WhatsApp.

Letkol Yoga mengatakan bahwa hal itu lantaran adanya kewenangan yang tidak bisa dilanggar atas atensi pimpinan. Contohnya beberapa waktu lalu ketika rekan-rekan media tidak diperbolehkan masuk di Yonif 754 saat pelepasan jenazah Kabinda Papua.

“Ada pesan WhatsApp yang masuk terkadang saya tidak baca. Itu karena saya  berpikir kalau saya baca lalu tidak menjawab berarti sama saja saya menggantung tanpa kepastian. Saya sudah beberapa kali sampaikan kepada beberapa rekan wartawan bahwa seandainya saya tidak merespon atau tidak menjawab, itu berarti ada sesuatu yang memang ada kewenangan yang tidak bisa saya langgar,” katanya di hadapan perwakilan masing-masing media di Timika di aula pertemuan Koramil Kota, Selasa (4/5/2021).

Demikian pun rekan-rekan media, lanjut Dia, tentunya mempunyai etika jurnalistik pada saat akan membuat suatu berita, tentunya akan dipertimbangkan dari segi kebenaran sampai dokumentasinya. Dalam hal ini ada hal-hal yang perlu diberitakan dan hal-hal yang tidak perlu diberitakan. Salah satu contoh yang terjadi adalah pada saat evakuasi tiga korban penembakan terakhir dari Ilaga, dimana ada media luar yang memuat foto korban sangat vulgar, tetapi  beberapa waktu kemudian foto tersebut dihapus.

Di Timika pun ternyata sempat dilarang untuk memfoto para korban. Hal ini tentunya menjadi satu pelajaran agar rekan-rekan media pandai membawa diri saat di lapangan.

“Diharapkan khusus di kesatuan TNI tidak terjadinya hal yang merugikan rekan-rekan pers di lapangan lantaran harus melanggar kewenangan,” ujarnya.

Momen silaturahmi dan buka bersama ini, ia juga  menuturkan bahwa saat ini Mimika menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara PON termasuk tempat pembawaan obor PON. Namun meski saat ini pembangunan fasilitas PON ada, tapi gaungnya tidak ada, sehingga sangat diperlukan publikasi dari media agar gaungnya bisa dirasakan secara nasional.

“Padahal Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa gaungnya harus internasional. Sementara kita rasakan nyatanya di Timika gaung publikasinya kurang, jadi caranya tentunya melalui rekan-rekan media yang mempublikasikannya,” tuturnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar