DPAD Jayawijaya Berupaya Atasi Minat Membaca Warga yang Masih Rendah

Bagikan Bagikan

Kepala DPAD Jayawijaya Primus Oagay. (Foto-Antara)

SAPA (WAMENA)
- Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua berupaya meningkatkan minat membaca masyarakat yang saat ini masih rendah.

Kepala DPAD Jayawijaya Primus Oagay ketika dihubungi di Wamena, Kamis, mengatakan rendahnya minat baca masyarakat merupakan situasi nyata yang masih berlangsung. 

"Minat baca masyarakat Jayawijaya kita harus pacu, kerja keras terus, walau tidak banyak yang berhasil kita dorong warga untuk rajin membaca, sebab saat ini, itu sangat kurang sekali," katanya.Ia mengatakan masyarakat lebih tertarik menghadiri pertemuan yang membahas uang dibandingkan mencari ilmu di perpustakaan atau mengunjungi perpustakaan. 

"Ketika menerima informasi bahwa bupati turunkan dana untuk masyarakat di salah satu desa, itu bukan main, masyarakat satu kampung atau satu distrik hadir. Ini perbedaanya jauh sekali dengan ketika mengajak mereka membaca," katanya.Rendahnya minat baca juga dipicu lokasi perpustakaan yang jauh dari pantauan aparat penegak hukum, sehingga ia mengharapkan perpustakaan dipindahkan ke daerah aman. 

"Saya punya teman-teman pegawai hampir menjadi korban kelakuan orang mabuk. Mereka hampir ditikam dengan besi tajam yang biasa digunakan untuk menggali ubi," katanya. 

Selain ancaman pembunuhan, staf perpustakaan dan arsip daerah juga mendapat ancaman pemerasan."Misalnya awal-awal bulan ini kami sedang melakukan pembersihan di kantor, ternyata justru ada dua orang masuk dan minta uang Rp2 juta. Ini uang dari mana yang harus kita berikan," katanya. 

Walau menghadapi berbagai kendala dalam meningkatkan minat baca warga, pihaknya terus berusaha semampu mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar