Freeport Indonesia Perbaiki Jalan di Kampung Banti Akibat Longsor

Bagikan Bagikan
Area kerusakan di akses jalan penghubung antara dusun Tagabera dan dusun pertanian Tagabukarat di Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Mimika (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - PT Freeport Indonesia (PTFI) membantu pengerjaan perbaikan infrastruktur akses jalan, tanggul dan parit yang menghubungi dusun pertanian Tagabukarat dengan Dusun Tagabera di wilayah Distrik Tembagapura yang rusak akibat curah hujan tinggi sejak bulan Februari 2021 lalu.

Dari musibah tersebut, sekitar 250 warga Dusun Tagabera dan Dusun pertanian Tagabukarat terkena dampaknya.

Vice President Community Relations PTFI, Nathan Kum mengatakan, PTFI yang mendapat laporan dari tim Departement Community Affairs yang bertugas di area Kampung Banti langsung melakukan koordinasi dengan Kepala Distrik Tembagapura dan segera  mengerahkan Tim Civil Geotech PTFI untuk melakukan pemantauan lokasi kerusakan guna memonitor dampak dan resiko bencana susulan di akses jalan yang terputus tersebut.

“PTFI langsung berkoordinasi dengan pemerintah melalui Kepala distrik Tembagapura serta kepala kampung untuk memperbaiki akses jalan yang rusak dan tertutup lumpur sepanjang 1 kilometer akibat longsor, agar jalan tersebut dapat kembali digunakan oleh warga dengan aman,” ungkap  Nathan Kum dalam rilis yang diterima Salam Papua, Senin (31/5/2021).

Nathan menambahkan, pengerjaan perbaikan akses jalan yang merupakan kolaborasi antara PTFI, Pemerintah setempat, masyarakat, bersama aparat keamanan TNI-Polri itu dilakukan selama 21 hari sejak tanggal 6 Mei 2021 dan rampung pada tanggal 27 Mei 2021.

Menurut dia, perbaikan fasilitas umum (jalan) itu merupakan bagian dari  komitmen perusahaan dalam mendukung penggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.

Semetara itu Rolly Nelwan, selaku Superintendent Community Infrastructure PTFI menambahkan bahwa dalam kegiatan perbaikan jalan terebut, medan yang ekstrim menjadi tantangan utama dalam melakukan pekerjaan di Kampung Banti. Curah hujan yang tidak menentu, jarak pandang yang terbatas karena kabut, resiko gangguan keamanan, serta potensi kerusakan alat adalah kejadian sehari-hari dalam pengerjaan proyek ini.

“Alat berat setiap 3 hari harus naik dan turun untuk melakukan pengisian bahan bakar solar di pintu masuk kampung Banti. Pintu masuk area PTFI berjaraknya sekitar 7 Km dari lokasi pengerjaan. Pekerjaan bisa selesai tepat waktu sesuai dengan rekomendasi yang sudah dibuat oleh Tim Geo Engineering-Civil Geotech PTFI,” ungkap Rolly Nelwan.

Alat berat milik PTFI saat memperbaiki tanggul dan membangun parit untuk mengatur aliran air agar tidak menggenangi akses jalan (Foto:Istimewa)

Sambungnya, potensi gangguan keamanan selalu menjadi perhatian dari Satgas TNI-Polri yang bertugas mengawal pengerjaan di Kampung Banti. Tim yang melakukan pembuatan tanggul dan parit untuk mengalirkan air limpasan di bawah tebing yang longsor tetap dalam penjagaan ketat dari pihak keamanan Satgas TNI-Polri.

Di samping itu, Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yawame, mengapresiasi upaya PTFI bersama unsur lainnya dalam mendukung kemajuan pembangunan infrastruktur pasca Kampung Banti sempat ditinggalkan oleh warga selama kurang lebih satu tahun.

 “Kami menghargai peran aktif perusahaan Freeport yang telah memperbaiki kerusakan ini sehingga akses jalan ini bisa kembali dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah sekitar perusahaan,” kata Thobias

Menurut dia, banyak fasilitas di Banti memang banyak yang rusak. Masyarakat kampung Banti cukup mendapat perhatian serius dari Freeport walaupun tidak 100 persen namun bertahap.

Sementara itu, Kepala kampung Banti 2, Demi Natkime menyambut positif perbaikan infrastruktur yang dilakukan pihak perusahaan, seperti pembersihan tanah longsor, pembangunan tempat tinggal tenaga kesehatan (Nakes), pendampingan ekonomi, akses listrik, hingga rumah sakit dan sekolah yang dulu pernah dibangun PTFI.

“Ya, kami sangat terbantu oleh bantuan Freeport yang sudah menurunkan alat berat perbaiki tanggul dan jalan, ini merupakan sarana vital sehari-hari warga dua dusun ini. Kemarin mama-mama (ibu-ibu, Red) merasa senang, kemarin juga ada berdoa syukur di gereja karena akses jalan sudah dapat dilalui, dan kami juga berharap akan terus mendukung Pemda dalam berbagai kegiatan pemulihan Banti secara bersama-sama,” terangnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar