Jemaat GKII di Timika Gelar Ucapan Syukur Perpisahan dengan Tim Penerjemah Alkitab Bahasa Damal/Amungme

Bagikan Bagikan
Tim penerjemah Alkitab dalam bahasa Damal/Amungme foto bersama di halaman Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Pos PI Betel Nawaripi Timika, Papua, belum lama ini (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Pos PI Bethel Nawaripi Timika, Papua menggelar acara syukuran perpisahan bersama tim penerjemah Alkitab Bahasa Damal/Amungme.

Syukuran perpisahan dilakukan di Gedung Multi Purpose Community Center (MPCC) di Jalan Cenderawasih SP2 Timika, Kamis (27/5/2021).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Terpujilah Tuhan Firman-Mu yang telah menjadi pelita dan terang bagi hidup dan jalan kami”.

Tim penterjemah Alkitab dalam bahasa Damal/Amungme sebanyak 8 orang yakni, Pendeta Timotius Elatotagam,STh asal Mimika,  Pendeta Doktor John Ellemberger asal Amerika, Helen Ellemberger asal Amerika, Pendeta Deteminus Beanal, MTh asal Mimika, Pendeta Jordan asal Amerika, Pendeta Hosea Jolemal, STh asal Mimika dan Pendeta Albert Tinal, STh asal Mimika.

Pendeta Deteminus Beanal, MTh yang juga merupakan anggota tim tersebut mengatakan, tiga orang tim dari Amerika ini akan kembali ke negara asalnya pada Bulan Juli mendatang, untuk itu dilakukan acara ucapan syukur perpisahan dan atas terselesaikannya proses penterjemahan Alkitab.

“Proses penterjemahan Alkitab ke dalam bahasa Damal/Amungme  sudah selesai, tahun depan akan dicetak Lembaga Alkitab Indonesia sebanyak 6000 eksemplar. Ketua Tim Bapak Pendeta Doktor John Ellemberger merasa perlu melakukan kegiatan perpisahan untuk jemaat dari Suku Damal dan Amungme,” ujarnya.

Ia mengatakan, pada acara perpisakan itu Pendeta Doktor John Ellemberger sangat berterimakasih untuk warga Suku Amungme dan Damal yang sudah menerima mereka dengan sangat baik selama melakukan pelayanan.

Ia pun berpesan agar masyarakat Damal dan Amungme tetap teguh berpegang pada Firman Tuhan.

“Pesan Pendeta Doktor John Ellemberger di ambil dari Mazmur Pasal 119 ayat 12 ‘Terpujilah Engkau, ya Tuhan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku’ dan Mazmut 119 ayat 105 ‘Firman-Mu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku,” kata Deteminus. 

Deteminus menambahkan, pesan lain yang juga disampaikan diambil dari Kolose Pasal 3 ayat 16.

‘Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu’.

Makna dari pesan ini bahwa jadikanlah hati kita menjadi tempat Kristus berdiam dengan firman-Nya. Serta jadikanlah Firman menjadi puji-pujian dalam perkataan, perbuatan, prilaku sehingga hidupmu berubah dan menjadi nyata seperti Kristus,” ujar Deteminus.

Deteminus mengatakan, Pendeta Doktor John Ellemberger juga berpesan agar di dalam hidup selalu membesarkan dan memuji Nama Tuhan.

“Karena Tuhan lebih besar daripada hidup kita di dunia ini. Kristus lebih besar dari segala-galanya,” katanya.

Masyarakat Damal dan Amungme bersyukur kepada Tuhan karena salah satu misionaris Pendeta Doktor John Ellemberger yang sudah melayani sejak tahun 1957 sampai 2021, sebelum pulang ke negaranya pada Bulan Juli nanti berpamitan dengan baik kepada masyarakat Damal dan Amungme.

“Selain  berpamitan Pendeta John juga mendoakan dan memberkati kami. Kami sangat bersyukur ia mau datang ke Timika,” ujarnya.

Pada kesempatan itu mewakili masyarakat Damal dan Amungme ia menyampaikan terimakasih kepada Pendeta Doktor John Ellemberger yang selama ini telah melayani masyarakat Papua khususnya Suku Damal dan Amungme dengan penuh cinta kasih sayang dan pengorbanan.

“Berkat pertolongan, pimpinan dan bimbingan dari Pendeta John kami lahir dan dibesarkan dalam Injil, sehingga kami bisa mengenal dunia, bisa mengenal terang dan menjadi manusia yang hidup dalam Tuhan,” ungkapnya.

Khusus di Papua, lanjut dia, selain bahasa Damal/Amungme, tim penerjemah Alkitab juga menerjemahkan ke bahasa Biak dan Bahasa Dani.

“Dari ribuan bahasa di Papua hanya ada tiga bahasa yang diterjemahkan yaitu Dani, Damal/Amungme dan bahasa Biak,” tutupnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar