Kelola 42 Sekolah dan Dua Taman Bermain, YPPK Tillemans Timika Kekurangan Banyak Guru

Bagikan Bagikan
John Giyai (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Tillemans Keuskupan Timika, mengelola 42 sekolah di Timika mulai dari tingkat TK sampai SMA dan dua taman bermain.

Saat ini sekolah-sekolah itu sedang mengalami kendala kekurangan guru dalam jumlah yang banyak.

Kekurangan guru ini merupakan dampak dari penarikan guru-guru PNS di sekolah-sekolah YPPK beberapa waktu lalu dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika.

“Memang penarikan guru-guru PNS dari sekolah-sekolah YPPK ini dampaknya sangat terasa, kami mengalami kekurangan jumlah guru dalam jumlah yang banyak,” ujar Ketua YPPK Tillemans Timika, John Giyai saat ditemui Salam Papua di Timika, Senin pagi (31/5/2021).

Ia mengatakan, saat ini pihaknya memang ingin melakukan perekrutan guru-guru namun terkendala anggaran sehingga belum bisa dilakukan.

“Kita memang mau rekrut guru tapi nanti mau dibayar pakai apa karena dana kita tidak mencukupi, jadi rasio guru terhadap siswa masih kurang sekali,” ujarnya.

John menyebutkan rincian dari 42 sekolah yang dikelola YPPK Tillemans Keuskupan Timika yakni, 10 Taman Kanak-Kanak (TKK), 29 SD, dua SMP dan satu SMA. Sementara taman bermain ada dua.

“Dari 29 SD ini ada dua di kota, 10 di pinggiran kota dan yang lainnya di Agimuga dan wilayah pesisir Mimika. Untuk SMP ada di Kokonao dan di Kota Timika, sementara SMA ada satu di Kota Timika.

Sementara TK ada 10, satu di kota, satu di SP3 dan yang lain di wilayah pinggiran. Kemudian Taman Bermain ada dua di Agimuga.

Lebih terperinci lagi ia menyebutkan nama-nama sekolah dan lokasinya.

Untuk 10 TK yang dimaksud yakni TK YPPK Tiga Raja berlokasi di Kota Timika, di Jalan Cenderawasih belakang Super Market Gelael, dan TK YPPK Amor di kompleks Perumahah Pondok Amor.

Berikut TK YPPK di Kelurahan Kamoro Jaya SP1, TK YPPK Kaugapu, TK YPPK Tipuka, TK YPPK Pomako Cenderawasih, TK YPPK Pomako Asmat di Pelabuhan Pomako, TK YPPK Atuka dan TK YPPK Kokonao.

Berikut nama-nama SD dan lokasinya, yakni SD YPPK Waonaripi di Jalan Yos Sudarso, SD YPPK Solus Populis di SP3, SD YPPK Bulujauluki di Kampung Aramsolki, SD YPPK Pucinara di Kampung Amungun dan SD YPPK Blakmakma di Kampung Kiliarma. Ketiga SD YPPK ini ada di Distrik Agimuga.

Selanjutnya SD YPPK Santo Yakobus Iwaka di Distrik Iwaka dan SD YPPK Miyoko, SD YPPK Atuka, SD YPPK Timika Pantai dan SD YPPK Keakwa di Distrik Mimika Tengah.

Berikut di Distrik Mimika Timur ada tiga SD YPPK yakni, SD YPPK Santo Tomas Muare, SD YPPK Kaugapu, SD YPPK Hiripau dan SD YPPK Tipuka.

Selanjutnya SD YPPK Kokonao di Distrik Mimika Barat, SD YPPK Ipaya dan SD YPPK Amar di Distrik Amar, SD YPPK Uta, SD YPPK Mapuruka, SD YPPK Mapuruka, SD YPPk Akar, SD YPPK Kipia, SD YPPK Pronggo di Distrik Mimika Barat Tengah. 

Kemudian SD YPPK Ararau, SD YPPK Aindua, SD YPPK Tapermai SD YPPK Yapakopa dan SD YPPK Porowaiburu di Distrik Mimika Barat Jauh.

Sementara untuk SMP ada dua yakni SMP YPPK Santo Bernadus di Jalan Cenderawasih Timika dan SMP Letcocq D’Armanville Kokonao di Distrik Mimika Barat.

Kemudian satu SMA di Kota Timika yakni SMA Tiga Raja yang berlokasi di Jalan Cenderawasih.

YPPK Tillemans juga memiliki dua taman bermain di Distrik Agimuga yaitu Taman Bermain Sukaria Bulujauluki di Kampung Aramsolki dan Taman Bermain Sukaria Pucinara di Kampung Amungun.

“Selain dua taman bermain itu 42 sekolah itu sudah memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional,” terangnya.

Ia mengatakan guru-guru PNS yang selama ini mengabdi di semua sekolah YPPK hampir semuanya ditarik.

Saat ini sekolah YPPK yang masih memiliki kepala sekolah PNS yakni SD YPPK Waonaripi, SD YPPK Kaugapu, SD YPPK Tipuka, SD YPPK Miyoko, SD YPPK Atuka, SD YPPK Timika Pantai, SD YPPK Mupuruka, SD YPPK Akar, SD YPPK Amar, SD YPPK Pucinara di Kampung Amungun dan SD YPPK di Kampung Aramsolki.

“Di 10 sekolah ini hanya kepala sekolah yang PNS, kecuali di SD YPPK Bulujauluki masih ada satu guru PNS, lainnya sudah ditarik semua. Kalau di SD YPPK Amar ada satu pegawai negeri tapi bukan dari Dinas Pendidikan. Guru itu dari Kementerian Agama Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Khusus kepala sekolah dan dua guru PNS di Agimuga rencananya mau ditarik Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, sehingga John mengatakan, jika ini dilakukan maka tidak ada guru lagi sekolah-sekolah YPPK di Agimuga karena mereka tidak memiliki tempat tinggal.

Selama ini, lanjut dia, semua guru di Agimuga ditampung di rumah guru milik Dinas Pendidikan.

“Kalau Dinas Pendidikan tarik lagi tiga guru PNS di sekolah YPPK dan menempatkan di sekolah milik pemerintah, otomatis rumah guru yang ditempati guru-guru PNS berarti guru-guru YPPK sudah tidak punya rumah dan tidak bisa melakukan kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Menurutnya, untuk jumlah guru saat ini ia belum tahu data pastinya karena ada beberapa guru yang sudah tidak masuk kerja tanpa memberitahu ke pihak yayasan.

“Jadi kami masih tunggu data jumlah guru dari sekolah-sekolah. Tapi kalau sesuai data yang lama jumlah guru  di semua sekolah YPPK sekitar 300 orang,” ungkapnya.

Ia menyebutkan jumlah guru ini sangat kurang khusus untuk sekolah-sekolah SD di wilayah pinggiran dan pesisir, dengan jumlah siswa mencapai setiap sekolah mencapai 140-160 siswa dan hanya ditangani empat hingga lima guru.

“Hampir di semua sekolah rasio guru lebih rendah dari siswa. Tapi kegiatan belajar mengajar tetap jalan meskipun tidak efektif, yang penting program tiga M membaca, menulis berhitung bisa berhasil,” tutupnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar